Oct 10, 2026
breaking

Wamensos Tekankan Wali Asuh Sekolah Rakyat Dampingi Anak Raih Cita-Cita

JAKARTA — Wakil Menteri Sosial (Wamensos) menegaskan bahwa wali asuh Sekolah Rakyat harus bekerja dengan hati, bukan sekadar menjalankan tugas administratif. Arahan ini disampaikan dalam pelatihan p...

Wamensos Tekankan Wali Asuh Sekolah Rakyat Dampingi Anak Raih Cita-Cita

JAKARTA — Wakil Menteri Sosial (Wamensos) menegaskan bahwa wali asuh Sekolah Rakyat harus bekerja dengan hati, bukan sekadar menjalankan tugas administratif. Arahan ini disampaikan dalam pelatihan pengasuhan bagi wali asuh dan pengelolaan asrama bagi wali asrama Sekolah Rakyat.

"BREAKING: Pendampingan anak tidak cukup dengan aturan. Harus ada ketulusan," tegas Wamensos dalam forum tersebut, seperti dikonfirmasi kepada media, Senin (hari ini).

Pelatihan ini menjadi langkah strategis Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat kualitas pengasuhan di lingkungan Sekolah Rakyat. Fokus utama: membangun ikatan emosional antara wali asuh dan anak asuh.

Fakta Kunci Pelatihan

  • Peserta: Wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat dari berbagai wilayah.
  • Materi: Teknik pengasuhan berbasis kasih sayang dan manajemen asrama.
  • Tujuan: Anak asuh merasa aman, dihargai, dan termotivasi.
  • Pesan Wamensos: Wali asuh adalah kunci masa depan anak.

Menurut Wamensos, peran wali asuh sangat menentukan arah perkembangan anak. Mereka tidak hanya mengawasi, tetapi juga menjadi teladan dan sumber semangat. "Setiap anak punya mimpi. Tugas kita mengawal mimpi itu sampai terwujud," ujarnya.

Pelatihan ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan asrama yang humanis. Wali asrama dituntut mampu menciptakan lingkungan yang nyaman, disiplin, namun tetap hangat. Pendekatan ini dinilai krusial untuk membentuk karakter anak yang tangguh dan mandiri.

Pendekatan Baru Pengasuhan

Kemensos mendorong metode pengasuhan yang tidak kaku. Wali asuh diberikan pemahaman tentang psikologi anak, komunikasi empatik, dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan. "UPDATE: Kami ingin memastikan tidak ada anak yang merasa sendiri," tambah Wamensos.

Saksi mata pelatihan menyebut suasana forum berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman lapangan. "KONFIRMASI: Banyak wali asuh mengaku mendapat perspektif baru," kata salah satu peserta.

Wamensos juga mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi pendidikan. Ia adalah rumah kedua bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan bimbingan. "MENIT LALU, saya sampaikan: rawat mereka seperti anak sendiri," tandasnya.

Harapan ke Depan

Kemensos berkomitmen melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja wali asuh dan wali asrama. Tujuannya memastikan standar pengasuhan terus meningkat. "Perkembangan anak adalah prioritas. Tidak ada kompromi," tegas Wamensos.

Pelatihan ini diharapkan menjadi titik balik kualitas pengasuhan di Sekolah Rakyat. Anak-anak diharapkan tumbuh percaya diri, berprestasi, dan siap bersaing. "BARU SAJA: Kami canangkan gerakan pengasuhan dengan hati," pungkasnya.

Dengan pendekatan ini, Sekolah Rakyat optimis mencetak generasi unggul. Wali asuh menjadi garda terdepan. Masa depan anak ada di tangan mereka — dan itu dimulai dari hati.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User