Aug 25, 2026
Nasional

Wakil Ketua MPR Bicara Merawat Kebudayaan dan Kebangsaan, Ini Pesannya

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menekankan pentingnya pelestarian budaya dan agama dalam memperkuat identitas bangsa saat pagelaran wayang kulit.]]>

Wakil Ketua MPR Bicara Merawat Kebudayaan dan Kebangsaan, Ini Pesannya

Wakil Ketua MPR: Merawat Kebudayaan dan Kebangsaan adalah Tugas Bersama

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengemukakan pentingnya menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas kebangsaan. Dalam sebuah acara yang diadakan beberapa waktu lalu, ia menegaskan bahwa kebudayaan Indonesia yang kaya akan ragam dan keberagaman menjadi fondasi utama dalam membangun kebersamaan nasional.

Dalam pidatonya, Wakil Ketua MPR menyoroti bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau dan etnis yang berbeda-beda memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. "Kekayaan budaya ini bukanlah beban, melainkan aset berharga yang harus kita jaga bersama-sama," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Identitas Bangsa Berakar pada Budaya

Ia menjelaskan bahwa identitas bangsa Indonesia sejak jaman dahulu hingga kini tidak terlepas dari keberagaman budaya yang dimiliki. Dari Sabang hingga Merauke, set daerah memiliki ciri khas yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. "Kebudayaan adalah jiwa bangsa. Tanpa memahami dan menghargai budaya kita sendiri, kita akan kehilangan arah sebagai bangsa yang besar," tegasnya.

Wakil Ketua MPR juga menyoroti bahwa globalisasi membawa tantangan tersendiri bagi pelestarian kebudayaan lokal. Dengan semakin mudahnya akses terhadap budaya asing, terjadi fenomena akulturasi yang kadang-kadang membuat budaya lokal terpinggirkan. "Kita tidak menolak budaya asing, tetapi kita harus bijak dalam memilih mana yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa kita," tambahnya.

Pentingnya Pendidikan Karakter dan Nilai-nilai Kebangsaan

Salah satu upaya untuk menjaga kebudayaan dan identitas bangsa, menurut Wakil Ketua MPR, adalah melalui pendidikan karakter. Ia menekankan pentingnya memasukkan nilai-nilai kebudayaan dan kebangsaan dalam kurikulum pendidikan formal maupun nonformal. "Anak-anak kita harus tahu dan memahami sejarah, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur bangsa sejak dini," ujarnya.

Ia juga menyoroti peran keluarga dan masyarakat dalam menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi muda. "Pendidikan karakter bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai orang tua dan masyarakat," katanya.

Keberagaman sebagai Kekuatan Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua MPR juga menekankan bahwa keberagaman yang ada di Indonesia bukanlah sumber konflik, melainkan kekuatan bangsa. "Bhineka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, tetapi falsafah hidup yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan bangsa. "Kita harus bijak dalam menyikapi berbeda, dan selalu mengutamakan persatuan di atas kepentingan golongan atau etnis tertentu," pesannya.

Peran Pemerintah dan Lembaga Adat

Wakil Ketua MPR juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah berupaya melestarikan kebudayaan melalui berbagai program. Namun, ia menambahkan bahwa upaya tersebut perlu ditingkatkan dan melibatkan partisipasi lebih luas dari masyarakat.

Ia khususnya menyoroti peran lembaga adat dalam melestarikan tradisi dan kearifan lokal. "Lembaga adat adalah penjaga warisan leluhur kita. Kita harus mendukung dan menghormati peran mereka," ujarnya.

Menjaga Kebudayaan di Era Digital

Dalam era digital seperti sekarang, Wakil Ketua MPR menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. "Teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk memperkenalkan kebudayaan kita ke dunia internasional," katanya.

Ia mengajak generasi muda untuk kreatif dalam menggunakan media sosial dan platform digital lainnya untuk mempromosikan kebudayaan daerahnya masing-masing. "Jangan malu menampilkan kekayaan budaya kita. Semakin banyak orang yang tahu, semakin besar kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia," tambahnya.

Kesimpulan

Dalam penutupan pidatonya, Wakil Ketua MPR mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan kebudayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas kebangsaan. "Merawat kebudayaan dan kebangsaan bukan tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Indonesia untuk generasi masa depan," pungkasnya.

Pidato yang penuh makna ini menunjukkan komitmen Wakil Ketua MPR dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keberagaban budaya dan persatuan bangsa sebagai dasar untuk Indonesia yang lebih maju dan bersatu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User