AUSTIN, Beritatercepat.com — Pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, menorehkan langkah penting dalam karier balap internasionalnya saat turun pada putaran kejuaraan dunia Moto3 Amerika Serikat 2026. Mengaspal di lintasan legendaris Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, pembalap yang bernaung di bawah bendera Honda Team Asia tersebut sukses menunjukkan daya saing tinggi menghadapi pembalap-pembalap terbaik dunia di kelas ringan.
Sirkuit COTA dikenal luas sebagai salah satu lintasan paling menuntut secara teknis dan fisik di kalender Grand Prix, dengan total panjang 5,513 kilometer serta kombinasi 20 tikungan tajam dan tanjakan ekstrem di sektor pertama. Namun, tantangan tersebut mampu direspons secara matang oleh Veda sejak sesi pembuka.
Adaptasi Cepat Menaklukkan Karakteristik COTA
Sejak sesi latihan bebas, Veda Ega Pratama bersama tim teknis Honda Team Asia berfokus mencari setelan motor Honda NSF250RW yang ideal untuk mengatasi gundukan aspal serta angin kencang khas Austin. Adaptasi pembalap asal Gunungkidul ini terbilang sangat progresif:
- Sesi Latihan Bebas (Free Practice): Menemukan ritme balap di sektor pertama yang mengalir cepat dan sektor tiga yang teknikal.
- Kualifikasi (Qualifying): Memaksimalkan catatan waktu satu lap untuk mengamankan posisi start yang kompetitif di barisan tengah.
- Pemanasan (Warm-Up): Memastikan ketahanan kompon ban belakang untuk balapan panjang penuh kontak fisik khas Moto3.
Kronologi Persaingan Sengit di Lintasan Austin
Saat lampu start padam, persaingan langsung berlangsung agresif dengan puluhan motor melesat berebut ruang sempit menuju tikungan pertama yang menanjak. Berikut rangkaian momen krusial jalannya balapan:
- Awal Lomba (Lap 1–5): Veda melakukan start mulus dan berhasil mempertahankan posisinya dari tekanan rombongan pembalap Eropa, sembari menjaga jarak aman di tikungan hairpin tikungan ke-11.
- Pertengahan Lomba (Lap 6–12): Terjadi pertarungan sengit di grup kedua. Veda beberapa kali melancarkan aksi manuver late-braking yang bersih untuk menyalip lawan di trek lurus panjang COTA.
- Fase Akhir (Lap 13–Finis): Menghadapi degradasi ban, pembalap bernomor motor khas Indonesia ini tetap tampil disiplin, meminimalisasi kesalahan, dan sukses melewati bendera finis dengan capaian performa solid.
"Balapan di Austin memberikan banyak pelajaran berharga bagi perkembangan saya. Karakter sirkuit ini sangat menantang, tetapi dukungan penuh dari Honda Team Asia membuat saya mampu bertarung maksimal hingga lap terakhir," ungkap Veda Ega Pratama seusai balapan.
Modal Positif Mengarungi Musim Balap Internasional
Hasil dari seri Amerika Serikat ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk menatap seri-seri balap berikutnya di kawasan Eropa dan Asia. Konsistensi serta kematangan mental yang ditunjukkan membuktikan bahwa potensi talenta muda Indonesia mampu berbicara banyak di pentas dunia balap motor profesional level Grand Prix.
Comments (0)