Update: Korban Tribun Ambruk di Kejurnas Drift Tembus 90
PURWOKERTO — Angka korban luka akibat ambruknya tribun VIP di arena Speed Fest #2 melonjak drastis. Petugas medis mengonfirmasi total 90 orang kini tercatat mengalami cedera dalam insiden yang mengg...
PURWOKERTO — Angka korban luka akibat ambruknya tribun VIP di arena Speed Fest #2 melonjak drastis. Petugas medis mengonfirmasi total 90 orang kini tercatat mengalami cedera dalam insiden yang mengguncang GOR Satria Purwokerto, Banyumas.
Penambahan jumlah korban terjadi setelah tim evakuasi menyisir ulang lokasi dan rumah sakit menerima gelombang baru pasien yang sebelumnya mengalami luka ringan. Sebagian korban semula hanya mengalami syok dan nyeri ringan, lalu melapor ke posko medis setelah kondisi memburuk.
Kronologi Detik-Detik Ambruk
Insiden nahas itu terjadi saat rangkaian Kejuaraan Nasional Drift Seri ke-3 Tahun 2026 tengah berlangsung. Saksi mata menyebut tribun yang dipadati penonton tiba-tiba ambles tanpa peringatan. Suara gemuruh histeris langsung memecah kebisingan mesin dan musik ajang balap tersebut.
Seorang penonton yang berada di tribun seberang menggambarkan situasi mencekam. “Tiba-tiba sisi tribun itu turun, orang-orang berjatuhan,” ujarnya. Tim panitia dan sukarelawan langsung berhamburan ke titik kejadian untuk mengevakuasi korban dari tumpukan puing besi dan kayu.
Evakuasi dan Kondisi Korban
Proses evakuasi berlangsung dalam tekanan tinggi. Ambulans hilir mudik mengangkut korban ke sejumlah rumah sakit di Purwokerto dan sekitarnya. Dari 90 korban yang tercatat, mayoritas menderita patah tulang, cedera kepala ringan, serta luka robek akibat benturan struktur tribun. Beberapa korban lain mengalami trauma berat.
Direktur RSUD Margono Soekarjo yang menjadi salah satu pusat penanganan menyatakan seluruh tenaga medis dikerahkan dalam status siaga darurat. “Kami prioritaskan korban luka berat untuk segera ditangani di IGD. Pasokan darah dan obat mencukupi,” kata juru bicara rumah sakit.
Relawan dari komunitas otomotif juga turun tangan membantu identifikasi korban dan pendistribusian logistik bagi keluarga yang menunggu kabar. Posko krisis didirikan di area parkir GOR untuk memudahkan koordinasi.
Penyelidikan dan Tindakan
Polresta Banyumas telah memasang garis pembatas di sekitar lokasi. Tim forensik dan Dinas Pekerjaan Umum diterjunkan menyelidiki dugaan kelalaian konstruksi. Struktur tribun yang ambruk diduga menggunakan material tidak sesuai standar atau mengalami kelebihan kapasitas.
Pihak penyelenggara belum memberikan pernyataan resmi. Namun Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyumas memastikan izin keramaian telah dikantongi. Penyelidikan kini fokus pada detail teknis: sertifikasi tribun, kapasitas beban, hingga inspeksi pra-acara.
Kejurnas Drift yang tersisa resmi dihentikan. Area GOR Satria steril dari aktivitas hingga penyelidikan tuntas. Keluarga korban terus berdatangan ke rumah sakit, berharap kepastian kondisi kerabat mereka yang masih dalam perawatan intensif.
Comments (0)