Tukang Parkir Bongkar Detik-Detik Penemuan Mayat di Klinik Jaksel
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Sosok juru parkir menjadi kunci terungkapnya penemuan jenazah Sutrimo di sebuah klinik di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis petang. Kesaksiannya membuka tabir ...
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Sosok juru parkir menjadi kunci terungkapnya penemuan jenazah Sutrimo di sebuah klinik di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis petang. Kesaksiannya membuka tabir detik-detik mencekam yang berujung pada penemuan korban dalam kondisi tak bernyawa.
Kronologi Mencekam
Saksi mata yang sehari-hari bekerja mengatur kendaraan di sekitar klinik itu mengaku melihat tanda-tanda ganjil sejak sore hari. Sebuah mobil yang terparkir sejak siang tak kunjung bergerak, sementara pintu klinik tampak setengah terbuka tanpa aktivitas seperti biasa. Kecurigaan memuncak ketika ia mendengar suara samar dari dalam bangunan sekitar pukul 17.30 WIB.
Tanpa berpikir panjang, ia memberanikan diri masuk bersama seorang petugas keamanan setempat. Di salah satu ruang periksa, keduanya dikejutkan oleh sosok pria yang sudah terbujur kaku. Korban langsung diidentifikasi sebagai Sutrimo, warga sekitar yang dikenal sering berobat ke klinik tersebut.
- Waktu kejadian: Kamis, 20 Juni 2024, sekitar pukul 17.30 WIB.
- Lokasi: Klinik swasta di Jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
- Korban: Sutrimo, laki-laki, usia diperkirakan 45 tahun, warga setempat.
- Saksi utama: Juru parkir berinisial R, 52 tahun, yang telah 10 tahun bekerja di lokasi.
Temuan Awal dan Respons Cepat
Polisi yang tiba 15 menit setelah laporan langsung memasang garis kuning dan mensterilkan area. Kapolsek setempat, Kompol Andi Wijaya, mengonfirmasi bahwa timnya tengah mendalami penyebab pasti kematian. “Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini kasus pidana atau musibah medis. Visum dan autopsi masih berjalan,” ujarnya singkat di lokasi.
Dari hasil olah TKP awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan mencolok pada tubuh korban. Namun, beberapa barang pribadi, termasuk ponsel dan dompet, diamankan sebagai bukti pendukung. Rekam medis klinik juga disita untuk memeriksa riwayat penyakit Sutrimo.
Darurat di Balik Klinik Sunyi
Klinik yang biasanya ramai pasien pagi hari itu mendadak sepi saat kejadian. Seorang perawat yang enggan disebut namanya mengaku terkejut dengan penemuan tersebut. “Saya sedang bertugas di lantai dua, tidak dengar apa-apa. Tiba-tiba ada teriakan dari parkiran,” katanya dengan raut wajah pucat.
Sementara itu, tim Inafis terus menyisir setiap sudut klinik untuk mencari petunjuk tambahan. Pemeriksaan diperluas ke rekaman CCTV di sekitar lokasi yang mungkin merekam pergerakan korban sebelum kematiannya. Pihak keluarga Sutrimo segera dihubungi dan dimintai keterangan terpisah.
UPDATE 20.00 WIB: Jenazah telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk autopsi menyeluruh. Polisi memperkirakan hasil awal keluar dalam 24 jam ke depan. Kasus ini masih dalam status penyelidikan intensif.
Comments (0)