Oct 03, 2026
Hukum

Trump Tinggalkan Arab Saudi Hadapi Houthi Sendirian, Mearsheimer Bicara

Beritatercepat.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai secara efektif telah meninggalkan Arab Saudi, sekutu utama Washington di Timur Tengah, d

Trump Tinggalkan Arab Saudi Hadapi Houthi Sendirian, Mearsheimer Bicara

Beritatercepat.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai secara efektif telah meninggalkan Arab Saudi, sekutu utama Washington di Timur Tengah, dan membiarkan Riyadh menghadapi apa yang disebut sebagai "perang hampir penuh" melawan kelompok Houthi di Yaman. Penilaian tajam itu disampaikan ilmuwan politik sekaligus Profesor Universitas Chicago, John Mearsheimer, dalam wawancara dengan RT.

Pernyataan Mearsheimer muncul di tengah memanasnya kembali konflik antara Riyadh dan kelompok militan Syiah yang secara resmi dikenal sebagai Ansarullah tersebut. Setelah beberapa tahun relatif tenang, permusuhan kembali meletus dalam beberapa pekan terakhir. Houthi meluncurkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi, sementara pasukan pemerintah yang didukung Riyadh berupaya menahan laju kelompok itu di dalam Yaman.

Kronologi Eskalasi Konflik Riyadh vs Houthi

  1. Awal September: Houthi melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi, menandai berakhirnya masa tenang yang berlangsung beberapa tahun.
  2. Pekan kedua September: Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh berupaya menahan kemajuan Houthi di sejumlah front darat, namun tekanan militer terus meningkat.
  3. Pertengahan September: Houthi mengambil kendali atas sejumlah posisi di pesisir Laut Merah, termasuk di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
  4. Pasca-penguasaan Bab el-Mandeb: Mearsheimer menilai Trump memilih mundur dan membiarkan Arab Saudi menghadapi Houthi sendirian.

Penguasaan Houthi atas pesisir Laut Merah menjadi pukulan strategis yang serius bagi Riyadh. Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Sejak navigasi melalui Selat Hormuz menurun drastis akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, Arab Saudi semakin bergantung pada jalur Bab el-Mandeb untuk mengekspor minyaknya.

Mengapa Trump Dinilai Mundur dari Arab Saudi

Menurut Mearsheimer, keputusan Trump untuk tidak menarik Washington lebih dalam ke konflik tersebut mencerminkan kesadaran bahwa Houthi bukan lawan yang bisa diremehkan. "Presiden Amerika Serikat menyadari bahwa kelompok Yaman ini adalah kekuatan tempur yang tangguh," ujar akademisi tersebut.

Dalam pandangan Mearsheimer, sikap Trump ini menggambarkan pergeseran prioritas kebijakan luar negeri Washington di Timur Tengah. Alih-alih terlibat langsung dalam perang proksi yang berlarut-larut, Amerika Serikat memilih membatasi keterlibatannya dan menyerahkan beban utama pertahanan kepada mitra regionalnya.

"Trump secara efektif meninggalkan Arab Saudi untuk menghadapi perang hampir penuh melawan Houthi sendirian."

— John Mearsheimer, Profesor Universitas Chicago

Perbandingan Posisi Strategis di Selat Kunci

Selat Status Navigasi Dampak bagi Arab Saudi
Selat Hormuz Menurun drastis akibat perang AS-Israel vs Iran Jalur ekspor minyak utama terganggu
Bab el-Mandeb Dikuasai posisi Houthi di sekitarnya Ketergantungan alternatif ekspor minyak terancam

Data di atas menunjukkan bahwa Riyadh kini menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus. Ketika jalur Hormuz tidak lagi dapat diandalkan, justru jalur alternatif Bab el-Mandeb yang semakin diandalkan itu kini berada dalam jangkauan kekuatan Houthi. Kondisi ini menempatkan Arab Saudi dalam posisi strategis yang rapuh.

Implikasi bagi Keamanan Regional

Para pengamat menilai eskalasi ini berpotensi mengubah peta aliansi di kawasan. Jika Washington benar-benar membatasi keterlibatannya, Riyadh mungkin terdorong untuk mencari jaminan keamanan dari aktor lain atau memperkuat kemampuan militernya sendiri. "Ini bukan sekadar pertempuran taktis, tetapi ujian bagi arsitektur keamananTeluk yang sudah lama dibangun," kata seorang analis pertahanan regional.

Mearsheimer juga mengingatkan bahwa Houthi telah membuktikan kemampuan mereka menghadirkan ancaman asimetris yang efektif. Serangan rudal dan drone mereka mampu menembus pertahanan udara serta mengganggu infrastruktur vital, termasuk fasilitas minyak dan pelabuhan. Kemampuan itu membuat intervensi militer besar-besaran menjadi pilihan yang mahal secara politik maupun ekonomi.

Dengan dinamika tersebut, masa depan hubungan Washington-Riyadh dan stabilitas Laut Merah menjadi pertanyaan besar. Yang jelas, menurut Mearsheimer, Trump telah membuat pilihan: menghindari perang terbuka, meski harus meninggalkan sekutunya menghadapi ancaman Houthi sendirian.

🔹 Houthi kuasai pesisir Laut Merah & Bab el-Mandeb 🔹 Jalur ekspor minyak Riyadh terancam 🔹 AS dinilai menghindari perang terbuka Baca selengkapnya di Beritatercepat.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User