Toy Story 5 Catat Pendapatan Rp14 Triliun di Box Office Dunia

Film animasi terbaru Pixar, Toy Story 5, kembali membuktikan daya magisnya di ranah perfilman global. Hingga pekan ini, film yang tayang perdana pada 19 Ju

Jul 11, 2026 - 15:33
0 0
Toy Story 5 Catat Pendapatan Rp14 Triliun di Box Office Dunia

Film animasi terbaru Pixar, Toy Story 5, kembali membuktikan daya magisnya di ranah perfilman global. Hingga pekan ini, film yang tayang perdana pada 19 Juni 2026 tersebut telah mengumpulkan pendapatan kotor lebih dari Rp14 triliun (sekitar USD 875 juta) dari seluruh bioskop di dunia. Capaian ini menjadikannya sebagai salah satu film animasi terlaris sepanjang masa, hanya dalam waktu kurang dari tiga pekan penayangan.

Dominasi Box Office Sejak Hari Pertama

Sejak hari pembukaan, Toy Story 5 langsung menggebrak box office Amerika Utara dengan raihan USD 182 juta di akhir pekan pertama. Angka tersebut melampaui ekspektasi analis yang sebelumnya memprediksi pembukaan sekitar USD 150 juta. Di pasar internasional, film ini juga tampil perkasa. Tiongkok menyumbang pemasukan USD 98 juta dalam tiga hari pertama, sementara kawasan Amerika Latin dan Eropa masing-masing mencatatkan angka USD 65 juta dan USD 120 juta secara bersamaan.

Di Indonesia, Toy Story 5 menjadi film animasi dengan pembukaan tertinggi sepanjang sejarah, meraup lebih dari Rp185 miliar hanya dalam kurun lima hari pertama. Antusiasme penonton terlihat dari penuhnya studio-studio bioskop di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Bahkan, sejumlah bioskop menambah jadwal pemutaran hingga dini hari demi mengakomodasi permintaan yang membludak.

Faktor Pendorong Kesuksesan

Sejumlah faktor mendorong pencapaian fenomenal ini. Pertama, nostalgia penonton lintas generasi terhadap karakter ikonik seperti Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie. Kedua, alur cerita yang matang dan menyentuh tema lebih dewasa tanpa kehilangan humor khas Pixar—kali ini mengisahkan perjalanan mainan-mainan tua yang harus beradaptasi dengan era digital dan kehadiran mainan berbasis kecerdasan buatan. Ketiga, strategi pemasaran yang masif dengan kolaborasi bersama lebih dari 50 merek global, termasuk kampanye augmented reality yang viral di media sosial.

Toy Story 5 berhasil menjembatani kesenjangan antara penggemar lama dan generasi baru. Ceritanya relevan, lucu, dan menyentuh,

ungkap Budi Setiawan, pengamat film dari Sinematek Indonesia. Keempat, kualitas animasi yang semakin memukau dengan teknologi rendering terbaru Pixar membuat pengalaman menonton semakin imersif, terutama dalam format IMAX dan 3D. Harga tiket premium untuk pengalaman tersebut juga ikut mendongkrak pendapatan rata-rata per tiket.

Peringkat di Antara Sekuel Animasi

Dengan pendapatan Rp14 triliun, Toy Story 5 kini menempati posisi ketiga film animasi terlaris sepanjang masa, hanya tertinggal dari pendahulunya, Toy Story 4 yang mengakhiri perjalanan di USD 1,073 miliar, dan Incredibles 2 di USD 1,242 miliar. Namun, mengingat laju penjualan tiket masih tinggi, banyak analis memperkirakan film ini mampu melampaui USD 1 miliar dalam waktu dua pekan ke depan.

Hal ini juga membuktikan bahwa waralaba Toy Story tetap memiliki tempat istimewa di hati penonton meskipun era streaming semakin dominan. Keputusan Disney untuk memberikan jeda tayang eksklusif di bioskop selama 60 hari sebelum hadir di Disney+ dinilai tepat karena mendorong penonton kembali ke layar lebar.

Perbandingan Pendapatan Film Toy Story Franchise
FilmPembukaan AS (USD)Total Global (USD)
Toy Story 3110 juta1,066 miliar
Toy Story 4120 juta1,073 miliar
Toy Story 5182 juta875 juta (hingga pekan ketiga)

Dampak terhadap Industri

Kesuksesan Toy Story 5 menjadi angin segar bagi industri bioskop yang masih dalam tahap pemulihan pascapandemi. Jaringan bioskop global melaporkan lonjakan kunjungan hingga 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di Indonesia, Cinema XXI dan CGV mencatat pertumbuhan penjualan tiket bulan Juni yang signifikan.

Tak hanya dari penjualan tiket, film ini juga mengerek penjualan merchandise resmi. Boneka Buzz Lightyear edisi baru, replika Forky, dan pakaian bertema Toy Story laris manis di ritel daring maupun luring. Disney Consumer Products memperkirakan pendapatan lisensi dari Toy Story 5 dapat menembus USD 2 miliar dalam setahun pertama.

Respons Kritikus dan Penonton

Di situs agregasi ulasan, Toy Story 5 mendulang skor positif 96% dari kritikus dan 94% dari penonton. Banyak pujian diarahkan pada keberanian cerita yang menyentuh isu keusangan dan penerimaan di era kecerdasan buatan. “Pixar kembali mengingatkan kita bahwa cerita yang bagus tidak pernah kadaluarsa,” tulis kritikus terkemuka, Alyssa Putri. Penonton pun membanjiri media sosial dengan testimoni emosional mereka, menobatkan Toy Story 5 sebagai pengalaman menonton keluarga terbaik tahun ini.

Namun, beberapa pihak mengkritik panjang durasi film yang hampir 2 jam sebagai sedikit berlebihan untuk genre animasi. Meski demikian, kritik tersebut tidak terbukti menahan laju penjualan tiket.

Proyeksi dan Warisan Franchise

Dengan momentum yang masih kuat, banyak pelaku industri memperkirakan Toy Story 5 akan mengakhiri masa tayangnya di kisaran USD 1,1—1,2 miliar, setara dengan pendapatan akhir Toy Story 4. Angka itu akan semakin mengukuhkan posisi franchise Toy Story sebagai franchise animasi terlaris sepanjang masa dengan total pendapatan seluruh serinya diperkirakan menembus USD 5 miliar.

Bioskop-bioskop di Indonesia pun terus menambah slot pemutaran hingga pertengahan Juli, berharap momentum liburan sekolah mendorong lebih banyak keluarga untuk ikut menyaksikan petualangan terbaru mainan favorit mereka.

[SOCIAL_TWEET]: Toy Story 5 resmi kumpulkan lebih dari Rp14 triliun di box office global dalam tiga pekan! Nostalgia dan cerita baru tentang AI bikin film ini tak terbendung. Akankah tembus Rp16 triliun? #ToyStory5 #BoxOffice #FilmAnimasi[SOCIAL_TG]: 🎬🔥 Toy Story 5 baru tayang tiga pekan, sudah kumpulkan Rp14 triliun! Film animasi terlaris tahun ini? Simak datanya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User