Tokoh Adat Lampung Ungkap Makna Jokowi Injak Kepala Kerbau di Karpet Merah

Pemberitaan mengenai prosesi penganugerahan gelar adat kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Lampung menuai beragam tafsir di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, tokoh adat Lampung Pepadun, Sutta

Jul 07, 2026 - 23:27
0 0
Tokoh Adat Lampung Ungkap Makna Jokowi Injak Kepala Kerbau di Karpet Merah

Pemberitaan mengenai prosesi penganugerahan gelar adat kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Lampung menuai beragam tafsir di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, tokoh adat Lampung Pepadun, Suttan Seghayo Dipuncak Nur Mawardi Harirama, memberikan penjelasan resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman publik. Ia secara khusus meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan prosesi sakral tersebut dengan kepentingan atau manuver politik praktis.

Menurut laporan media kami, Mawardi Harirama menegaskan bahwa ritual menginjak kepala kerbau yang dilakukan di atas karpet merah adalah bagian integral dari upacara adat Begawi Cakak Pepadun atau yang dikenal juga dengan prosesi Munggah Bumi. Tradisi ini, tegasnya, merupakan warisan leluhur yang telah dijaga dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Lampung Pepadun.

Makna Filosofis di Balik Ritual

Dalam penjelasannya, Mawardi mengupas makna mendalam dari simbolisasi menginjak kepala kerbau tersebut. Ia menyebutkan bahwa ritual ini bukanlah sekadar seremonial biasa, melainkan memiliki dimensi spiritual dan filosofis yang tinggi. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri dari karakter-karakter negatif yang melekat pada manusia.

"Menempatkan jari kaki di atas kepala kerbau adalah simbol untuk menghilangkan sifat-sifat binatang dalam diri, seperti sifat sombong, iri dengki, tamak, dan sifat buruk lainnya. Jadi tidak ada hubungannya dengan politik," tegas Mawardi, meluruskan berbagai spekulasi yang beredar.

Prosesi Begawi Cakak Pepadun sendiri merupakan upacara adat tertinggi dalam tradisi Lampung Pepadun yang menandai peningkatan status atau gelar seseorang dalam struktur adat. Dalam konteks ini, penobatan gelar adat untuk Jokowi merupakan bentuk penghormatan tertinggi masyarakat adat. Ritual menginjak kepala kerbau dimaknai sebagai langkah penolak bala dan penyucian diri agar sang penerima gelar senantiasa dijauhkan dari hawa nafsu angkara murka, serta mampu memimpin dengan hati yang bersih dan bijaksana.

Melalui penjelasan ini, para tokoh adat berharap masyarakat luas dapat memahami kekayaan kearifan lokal tanpa terburu-buru menghakimi berdasarkan perspektif politik. Prosesi tersebut adalah murni praktik budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Reporter Teknologi. Reporter teknologi terkini dan rilis produk.

Comments (0)

User