Sep 17, 2026
Nasional

Tim SAR Perluas Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal di Pandeglang

PANDEGLANG — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terhadap rombongan jurnalis serta kru kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Pandegl

Tim SAR Perluas Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal di Pandeglang

PANDEGLANG — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terhadap rombongan jurnalis serta kru kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Pandeglang, Banten, terus diintensifkan. Memasuki fase lanjutan operasi, tim penyelamat memperluas radius penyisiran hingga mencakup puluhan mil laut dari titik awal perkiraan hilangnya kontak kapal.

Penyisiran darat, laut, hingga pantauan udara dikerahkan guna menemukan keberadaan seluruh korban. Koordinator lapangan melaporkan bahwa operasi pencarian melibatkan berbagai elemen, mulai dari Basarnas Banten, TNI Angkatan Laut, Ditpolairud Polda Banten, hingga komunitas nelayan lokal yang turut membantu memantau pesisir pantai selatan Banten.

Kronologi dan Tahapan Operasi Pencarian

Berdasarkan data yang dihimpun dari posko darurat SAR di Pandeglang, operasi penyelamatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan sistematis:

  1. Tahap Awal (Penerimaan Laporan): Tim siaga menerima sinyal bahaya dan laporan hilang kontak kapal motor yang mengangkut jurnalis bersama sejumlah kru saat melakukan liputan maritim di perairan Banten.
  2. Tahap Penyisiran Permukaan: Armada Rigid Inflatable Boat (RIB) dan kapal patroli Polairud langsung diberangkatkan menuju koordinat terakhir (last known position) untuk memetakan serpihan atau jejak kapal.
  3. Tahap Perluasan Radius: Memasuki hari lanjutan, sektor pencarian diperlebar ke arah selatan dan barat mengikuti arah arus laut serta pergerakan angin.
  4. Tahap Pemindaian dan Penyisiran Pesisir: Pengerahan drone thermal udara serta tim darat yang menyusuri garis pantai berbatu di kawasan Ujung Kulon guna mengantisipasi kemungkinan korban terdampar.

Tantangan Cuaca dan Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Operasi penyelamatan ini menghadapi rintangan geografis dan cuaca ekstrem. Gelombang laut di sekitar perairan selatan Jawa dan Selat Sunda dilaporkan mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter, disertai hembusan angin kencang yang membatasi jarak pandang tim di lapangan.

"Fokus utama kami saat ini adalah membagi tim ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Kendala utama tetap pada dinamika cuaca laut selatan yang sangat cepat berubah, namun seluruh personel tetap memaksimalkan penyisiran selagi kondisi visual memungkinkan," ujar perwakilan tim SAR gabungan di Pandeglang.

Pengerahan Armada dan Dukungan Penuh

Untuk mempercepat proses evakuasi, otoritas terkait mengerahkan sejumlah armada pendukung dengan spesifikasi khusus, di antaranya:

  • Kapal Penyelamat KN SAR Basarnas: Berfungsi sebagai kapal komando untuk memantau pergerakan armada kecil di tengah laut lepas.
  • Perahu Karet Bermesin (RIB): Menjangkau wilayah perairan dangkal serta celah karang di sekitar pulau-pulau kecil.
  • Perangkat Deteksi Bawah Air: Alat sonar portabel disiapkan guna mendeteksi keberadaan objek logam di dasar laut.
  • Posko Kesehatan Terpadu: Disiagakan lengkap dengan ambulans dan tenaga medis di dermaga utama untuk penanganan darurat begitu korban ditemukan.

Keluarga korban dan rekan-rekan jurnalis terus memantau perkembangan terkini dari posko induk di Pandeglang. Pihak berwenang memastikan operasi pencarian akan dimaksimalkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan terus berkoordinasi bersama BMKG terkait pemantauan cuaca maritim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User