Tiga Pekerja WNA Tewas Selamatkan Rekan di Gorong-gorong Cipayung

JAKARTA – BARU SAJA, tiga pekerja asing (WNA) ditemukan tewas dalam gorong-gorong proyek saluran di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (11/7/2026). Kepanikan pecah setelah satu rekan mereka pingsan, mem...

Jul 12, 2026 - 13:02
0 0
Tiga Pekerja WNA Tewas Selamatkan Rekan di Gorong-gorong Cipayung

JAKARTA – BARU SAJA, tiga pekerja asing (WNA) ditemukan tewas dalam gorong-gorong proyek saluran di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (11/7/2026). Kepanikan pecah setelah satu rekan mereka pingsan, memicu upaya penyelamatan nekat yang justru berujung petaka massal.

Kronologi mengerikan ini terungkap dari saksi mata di lokasi. Pekerja pertama turun sekitar pukul 09.30 WIB untuk memeriksa instalasi. Tanpa alat keselamatan, ia diduga menghirup gas beracun dan langsung kolaps. “Teriak minta tolong langsung terdengar. Teman-temannya panik, mereka lompat masuk satu per satu,” ujar Andi, saksi yang bekerja di proyek yang sama.

Rekaman Detik-Detik Kritis

Berdasarkan keterangan saksi dan aparat, berikut fakta penting peristiwa nahas ini:

  • Pukul 09.30 WIB: Korban pertama turun dan pingsan seketika.
  • Pukul 09.32 WIB: Dua rekan kerjanya masuk tanpa peralatan, terlihat panik dan berteriak.
  • Pukul 09.40 WIB: Ketiganya tidak lagi memberikan respons dari dalam gorong-gorong sedalam 4 meter.
  • Pukul 10.05 WIB: Tim SAR tiba dan memulai evakuasi darurat menggunakan alat bantu napas.
  • Pukul 10.30 WIB: Tiga korban berhasil diangkat, dinyatakan meninggal di lokasi.

Kesaksian Warga dan Petugas

Warga sekitar, Ratna, mengaku mencium bau menyengat sejak pagi. “Biasanya juga bau, tapi hari ini lebih tajam. Saya sudah curiga ada gas, tapi para pekerja tetap disuruh masuk,” katanya. Dugaan sementara, gorong-gorong itu dipenuhi gas metana dan hidrogen sulfida hasil dekomposisi limbah—berbahaya dalam ruang tertutup.

Komandan Regu SAR, Sutrisno, menjelaskan operasi penyelamatan sangat berisiko. “Kami pakai alat SCBA, tapi tetap susah bergerak. Lebar saluran cuma 60 sentimeter, jadi korban harus ditarik perlahan,” paparnya. Seluruh jenazah telah dibawa ke RS Polri untuk autopsi.

Investigasi dan Sanksi Hukum

Polsek Cipayung langsung mengamankan lokasi dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk mandor lapangan. Kapolsek menegaskan, prosedur keselamatan kerja (K3) diduga diabaikan. “Jika terbukti ada kelalaian, kami akan jerat dengan pasal pidana. Perusahaan wajib bertanggung jawab,” ujarnya.

Insiden ini menyoroti lemahnya pengawasan K3 di proyek infrastruktur. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, kecelakaan akibat gas beracun di confined space terus meningkat. Ahli K3 mendesak perusahaan menyediakan gas detector portabel dan masker oksigen wajib bagi pekerja yang masuk gorong-gorong.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas proyek dihentikan. Tim investigasi masih mengumpulkan bukti. Para korban yang belum diungkap identitasnya kabarnya berasal dari Myanmar dan Bangladesh—pekerja migran yang kerap dipekerjakan di sektor konstruksi berisiko tinggi.

Peristiwa ini mengundang reaksi dari LSM buruh migran. Mereka mengecam keras praktik eksploitasi pekerja asing tanpa perlindungan memadai. “Negara harus hadir mengawasi kontraktor, jangan sampai nyawa dihargai semurah ini,” ujar juru bicara Migrant Care. Keluarga korban di negara asal kini menanti kejelasan nasib kerabat mereka yang menjadi korban ambisi proyek tanpa keselamatan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User