Sep 19, 2026
Hukum

Tangerang — Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Puluhan Penerbangan Soekarno-Hatta ke Kalimantan

Aktivitas kesibukan di Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, mendadak diwarnai raut wajah cemas dan penyesuaian jadwal secara mendadak.

Tangerang — Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Puluhan Penerbangan Soekarno-Hatta ke Kalimantan

Aktivitas kesibukan di Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, mendadak diwarnai raut wajah cemas dan penyesuaian jadwal secara mendadak. Ribuan calon penumpang yang hendak terbang menuju berbagai destinasi di Pulau Kalimantan harus tertahan di ruang tunggu akibat ancaman bencana ekologis. Kabut asap tebal yang membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menyelimuti ruang udara Kalimantan, memaksa otoritas penerbangan mengambil tindakan tegas demi keselamatan jiwa.

Kondisi atmosfer yang buruk di atas pulau kaya sumber daya tersebut membuat operasional pesawat udara tidak memungkinkan untuk mendarat maupun lepas landas secara aman. Asap pekat yang membawa partikel berbahaya tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat di darat, tetapi juga melumpuhkan urat nadi transportasi udara yang menghubungkan Pulau Jawa dan Kalimantan.

Jarak Pandang Merosot Tajam di Tiga Bandara Utama

Dampak buruk dari karhutla di Kalimantan langsung menghantam efisiensi transportasi udara nasional. Berdasarkan pantauan navigasi penerbangan, tingkat ketebalan asap telah memangkas jarak pandang (visibility) hingga berada jauh di bawah batas minimum keselamatan penerbangan. Situasi ini memicu gelombang penundaan (delay) yang cukup masif dari bandara keberangkatan utama di Tangerang.

Beberapa titik krusial penerbangan yang terdampak amat parah meliputi Bandara Supadio (Pontianak), Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya), dan Bandara H. Asan (Sampit). Di kawasan-kawasan ini, jarak pandang yang terbatas membuat risiko navigasi meningkat tajam.

Hari/Tanggal Jumlah Penerbangan Terdampak Kondisi Utama
Minggu (13 September) 22 Penerbangan Kabut asap pekat, jarak pandang di bawah batas minimum.
Senin (14 September) 8 Penerbangan (hingga 16.00 WIB) Jarak pandang masih terbatas di Pontianak, Palangkaraya, & Sampit.

Data terkini menunjukkan bahwa hingga pukul 16.00 WIB pada Senin, setidaknya ada 8 penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta yang mengalami penundaan jadwal secara signifikan. Angka ini merupakan akumulasi dampak dari hari sebelumnya yang sempat mencatatkan sebanyak 22 penerbangan terdampak.

Langkah Mitigasi dan Penanganan Penumpang

Menanggapi situasi darurat navigasi ini, manajemen Bandara Soekarno-Hatta bersama para pemangku kepentingan penerbangan langsung mengaktifkan protokol penanganan krisis. Otoritas bandara berupaya memastikan seluruh hak-hak penumpang terdampak tetap terpenuhi selama masa penundaan di terminal keberangkatan.

Asisten Wakil Komunikasi dan Hukum Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menegaskan bahwa penanganan operasional terus dipantau secara ketat menit demi menit bersama tim gabungan di lapangan.

"Hingga pukul 16.00 WIB, sedikitnya delapan penerbangan dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta yang terdampak. Sedangkan kemarin ada 22 penerbangan yang terdampak. Kami memahami kondisi ini berdampak pada perjalanan para penumpang," ujar Yudistiawan saat memberikan keterangan resminya.

Pihak pengelola bandara bekerja sama dengan seluruh maskapai untuk menyalurkan kompensasi keterlambatan secara bertahap. Layanan yang diberikan mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan selama proses menunggu, hingga pembaruan data navigasi secara berkala. "Keselamatan penerbangan merupakan prinsip paling utama yang tidak bisa ditawar dalam kondisi cuaca ekstrem seperti ini," tambah seorang pengamat penerbangan secara terpisah.

Ancaman Karhutla dan Ketidakpastian Jadwal Terbang

Bencana kabut asap akibat karhutla di Kalimantan merupakan tantangan tahunan yang kerap melumpuhkan mobilitas masyarakat. Pembakaran lahan yang tak terkendali dikombinasikan dengan kondisi cuaca kering menyebabkan titik panas (hotspot) meluas dengan cepat. Akibatnya, partikel debu dan asap pekat terperangkap di atmosfer, memblokir pandangan mata telanjang maupun instrumen pendaratan visual visual pilot.

Guna mengantisipasi ketidakpastian yang masih berlanjut, otoritas Bandara Soekarno-Hatta mengimbau seluruh calon penumpang tujuan Kalimantan untuk aktif memeriksa status penerbangan melalui saluran resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Langkah ini diharapkan mampu mengurai penumpukan massa di terminal serta memberikan kepastian informasi bagi masyarakat pengguna jasa transportasi udara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User