Tak Gentar Ancaman Trump, Iran: Kamilah yang Akan Bertindak, Bukan Amerika!

Ketua parlemen Iran yang juga menjabat sebagai kepala negosiator Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran s

Jul 08, 2026 - 19:42
0 0
Tak Gentar Ancaman Trump, Iran: Kamilah yang Akan Bertindak, Bukan Amerika!

Ketua parlemen Iran yang juga menjabat sebagai kepala negosiator Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap merespons dengan berbagai cara terhadap segala ancaman, seraya meminta Washington berhati-hati dalam berucap.

Pernyataan itu disampaikan Ghalibaf pada Senin (22/6/2026), tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman serangan baru terhadap Iran. Trump menyampaikan ancaman tersebut sebagai reaksi atas dukungan Teheran kepada kelompok Hizbullah di Lebanon. Situasi yang memanas ini langsung disambut dengan sikap konfrontatif dari Iran.

"Sebaiknya mereka berhati-hati dengan pernyataan mereka; angkatan bersenjata kami siap untuk merespons mereka dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak," tegas Ghalibaf dalam pernyataan yang dikutip pada Senin (22/6/2026).

Ghalibaf bahkan meragukan efektivitas strategi ancaman yang selama ini diandalkan Washington. Menurutnya, jika ancaman-ancaman tersebut benar-benar ampuh, Amerika Serikat tidak akan berada dalam kondisi yang ia sebut sebagai "keadaan putus asa" seperti yang terlihat saat ini. Ia menekankan bahwa Teheran sama sekali tidak memperhitungkan ancaman dari Amerika dalam setiap langkah kebijakan luar negerinya.

"Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan sampai pada keadaan putus asa seperti sekarang? Kami tidak memperhitungkan ancaman Amerika," ujar Ghalibaf.

Pernyataan kepala parlemen itu memperlihatkan bahwa Iran tidak akan mundur di tengah meningkatnya tekanan dari Washington. Sejak kembali menjabat, Trump memang telah berulang kali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran, terutama terkait dukungan Teheran kepada proksi-proksinya di Timur Tengah, termasuk Hizbullah. Namun, respons Iran kali ini mengisyaratkan bahwa Teheran siap menempuh jalur eskalasi jika diperlukan.

Sejumlah pengamat menilai bahwa pernyataan Ghalibaf yang tegas dan tanpa kompromi itu mencerminkan kebijakan resmi Iran yang tidak akan menoleransi segala bentuk intimidasi, terutama yang menyangkut urusan militer dan aliansi regional. Sikap ini juga dipandang sebagai pesan langsung kepada Washington bahwa setiap aksi militer akan berhadapan dengan perlawanan yang terukur dan berlapis dari Iran.

Ketegangan terbaru ini menambah daftar panjang sengketa antara kedua negara yang belum juga menemukan titik temu. Meskipun jalur diplomatik masih dibuka, kedua pihak sama-sama memperlihatkan postur kekuatan militer sebagai instrumen utama negosiasi tidak langsung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Gedung Putih terkait pernyataan terbaru Ghalibaf. Situasi masih terus dipantau oleh berbagai pihak, termasuk oleh tim redaksi Beritatercepat.com yang akan terus memberikan perkembangan terkini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Fact Checker. Memverifikasi klaim viral secara cepat dan akurat.

Comments (0)

User