Tabrakan Beruntun di Pantura Indramayu Tewaskan 10 Orang

INDRAMAYU – Kabupaten Indramayu kembali berduka. Sebuah kecelakaan beruntun di Jalur Pantura, tepatnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, menyebabkan 10 orang tewas pada Senin (14/7) pukul ...

Jul 13, 2026 - 06:13
0 0

INDRAMAYU – Kabupaten Indramayu kembali berduka. Sebuah kecelakaan beruntun di Jalur Pantura, tepatnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, menyebabkan 10 orang tewas pada Senin (14/7) pukul 03.30 WIB. Insiden ini melibatkan tiga kendaraan: sebuah pikap pekerja tani, truk kontainer bermuatan penuh, dan bus penumpang.

Data sementara dari Kepolisian Resor Indramayu menunjukkan bahwa benturan keras antarkendaraan mengakibatkan korban jiwa yang seluruhnya meninggal di lokasi kejadian. Proses evakuasi menegangkan berlangsung hingga subuh, mengakibatkan kemacetan parah di jalur utama pantai utara itu.

Detik-Detik Kecelakaan Maut

Berdasarkan keterangan saksi mata, pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi E 8576 CD melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta dengan kecepatan sedang. Di belakangnya, sebuah truk kontainer bernomor polisi B 9615 UE meluncur kencang. Tiba-tiba, truk itu menghantam bagian belakang pikap dengan keras.

Akibat tabrakan dari belakang itu, pikap terdorong hingga melewati marka jalan dan masuk ke jalur yang berlawanan arah. Saat itulah, sebuah bus Isuzu Elf bernomor polisi B 7421 UA yang datang dari arah Jakarta melintas. Tabrakan frontal antara pikap dan bus tidak dapat terhindarkan.

Saksi bernama Rudi (45), warga setempat, menggambarkan suara benturan seperti ledakan besar. “Saya langsung lari ke jalan. Pikap sudah ringsek, dan bus terguling. Banyak korban berserakan,” ujarnya dengan suara bergetar. Kondisi gelap dan minimnya penerangan jalan membuat situasi semakin mencekam.

Korban Tewas dan Luka-Luka

AKBP Dedi Darmawan, Kapolres Indramayu, mengonfirmasi jumlah korban meninggal mencapai 10 orang. Rincian sementara korban tewas adalah:

  • 7 pekerja tani yang berada di bak belakang pikap. Mereka hendak menuju Pasar Jatibarang untuk menjual hasil bumi.
  • Sopir pikap berinisial M (38), warga Indramayu.
  • 2 penumpang bus, yaitu seorang nenek dan cucunya yang duduk di barisan depan. Keduanya sempat dilarikan ke RSUD Indramayu namun nyawanya tak tertolong.

Selain itu, 14 penumpang bus lainnya mengalami luka berat dan ringan. Enam orang dalam kondisi kritis dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Indramayu dan RS Mitra Plumbon. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar masih bekerja mengidentifikasi jenazah yang sebagian besar mengalami luka parah di bagian kepala dan dada.

Evakuasi dan Dampak Lalu Lintas

Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 06.30 WIB. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan Basarnas menggunakan alat berat untuk memisahkan badan pikap yang menyatu dengan bagian depan bus. Seluruh korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.

Kemacetan lalu lintas tak terhindarkan. Antrean kendaraan dari arah Jakarta mencapai 4 kilometer, sementara dari arah Cirebon sekitar 3 kilometer. Polisi menerapkan sistem buka-tutup jalur selama hampir tiga jam. Baru sekitar pukul 07.00 WIB, arus kendaraan kembali normal.

Dugaan Penyebab: Sopir Truk Diduga Mengantuk

Hasil pemeriksaan awal mengarah pada kelalaian sopir truk kontainer. Sopir berinisial S (42), warga Bekasi, diduga mengantuk saat mengemudikan kendaraan beratnya dari Jakarta menuju Semarang. Polisi menemukan truk dalam kondisi baik, tanpa tanda-tanda rem blong.

“Kami menduga pengemudi truk mengalami mikrotidur. Saksi yang melihat dari belakang mengatakan truk tidak melakukan pengereman sebelum menabrak pikap,” jelas AKBP Dedi. Sopir truk selamat dengan luka ringan dan kini diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ancaman hukuman kelalaian yang mengakibatkan kematian menanti.

Tanggapan Pemerintah dan Pakar Keselamatan Jalan

Bupati Indramayu menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. Pemerintah daerah berjanji akan mengevaluasi titik rawan kecelakaan di sepanjang Pantura. “Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk pemasangan lampu penerangan jalan dan rambu tambahan di lokasi rawan,” ujar juru bicara Pemkab melalui keterangan tertulis.

Sementara itu, pengamat transportasi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Andi Susanto, menilai insiden ini sebagai alarm darurat bagi keselamatan jalan nasional. “Kelelahan pengemudi berat adalah silent killer. Perusahaan pemilik truk harus bertanggung jawab memastikan pengemudi cukup istirahat,” tegasnya. Ia mendesak penerapan teknologi pengawasan digital pada truk untuk memantau jam kerja pengemudi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User