PT Commuter Indonesia (KAI Commuter) resmi mengumumkan penghentian sementara layanan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Karet, Jakarta, mulai Selasa, 1 September 2026. Keputusan ini menjadi perhatian besar bagi ribuan commuters harian yang selama ini menjadikan stasiun tersebut sebagai titik keberangkatan dan kedatangan rutinitas sehari-hari mereka.
Penghentian layanan di Stasiun Karet merupakan bagian dari proses pembangunan dan renovasi besar-besaran yang dilakukan oleh PT KAI Commuter untuk meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Selama masa transisi ini, para penumpang diimbau untuk memindahkan titik naik dan turun ke stasiun-stasiun terdekat yang masih beroperasi normal.
Kronologi Penghentian Layanan Stasiun Karet
Keputusan penghentian layanan penumpang KRL di Stasiun Karet bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Proses persiapan dan sosialisasi telah dilakukan oleh PT KAI Commuter selama beberapa minggu menjelang tanggal efektif penghentian. Berikut kronologi lengkapnya:
- Jumat, 15 Agustus 2026 — PT KAI Commuter mengumumkan secara resmi melalui situs web dan media sosial mengenai rencana penghentian layanan di Stasiun Karet yang akan berlaku mulai 1 September 2026.
- Senin, 18 Agustus 2026 — Sosialisasi massal dimulai melalui pengumuman di dalam kereta, papan informasi stasiun, dan broadcast message kepada pelanggan setia KRL.
- Rabu, 20 Agustus 2026 — Pertemuan koordinasi antara PT KAI Commuter dengan perwakilan warga dan pekerja di sekitar wilayah Karet menghasilkan komitmen penambahan kapasitas di stasiun-stasiun alternatif.
- Selasa, 1 September 2026 — Penghentian resmi layanan penumpang KRL di Stasiun Karet mulai berlaku. Penumpang dialihkan ke Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman yang berjarak tidak jauh dari lokasi.
Dampak bagi Penumpang Harian
Bagi puluhan ribu pekerja kantoran yang bermukim di kawasan sekitar Stasiun Karet, penghentian layanan ini menimbulkan dampak signifikan terhadap rutinitas perjalanan mereka. Banyak di antara mereka yang selama ini menghemat waktu tempuh berkat kedekatan lokasi stasiun dengan area bisnis di Central Business District (CBD) Jakarta.
"Kami memahami bahwa keputusan ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan setia kami. Namun, pembangunan ini diperlukan untuk menghadirkan layanan KRL yang lebih baik, lebih aman, dan lebihmodern di masa depan," jelas VP Public Relations KAI Commuter dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (25/8).
Berdasarkan data yang dihimpun dari PT KAI Commuter, Stasiun Karet melayani rata-rata 35.000 penumpang per hari pada hari kerja sebelum penghentian. Angka ini menjadikan stasiun tersebut sebagai salah satu titik padat penumpang di Jalur KRL Tanah Abang—Jakarta Kota. Dengan dialihkannya penumpang ke stasiun-stasiun terdekat, diperkirakan terjadi peningkatan volume penumpang sebesar 15-20 persen di Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman.
Stasiun Alternatif yang Disiapkan
PT KAI Commuter telah menyiapkan beberapa stasiun alternatif untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan penumpang yang biasanya menggunakan Stasiun Karet. Berikut stasiun-stasiun pengganti yang direkomendasikan:
- Stasiun Tanah Abang — Terletak sekitar 1,2 kilometer dari Stasiun Karet, dapat dijangkau dengan berjalan kaki selama 15 menit atau menggunakan feeder bus TransJakarta.
- Stasiun Sudirman — Berjarak sekitar 800 meter dari Stasiun Karet, terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi terpadu seperti MRT dan LRT.
- Stasiun Gondangdia — Menjadi opsi tambahan bagi penumpang yang mengarah ke kawasan Menteng dan sekitarnya.
Untuk memastikan kelancaran perpindahan ini, PT KAI Commuter telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta guna menambah frekuensi perjalanan bus feeder dan memperbaiki akses pejalan kaki menuju stasiun-stasiun alternatif. Penambahan petugas informasi dan志愿者 juga dilakukan untuk membantu penumpang yang merasa kebingungan selama masa transisi.
Jadwal KRL Tetap Beroperasi Normal
Meskipun Stasiun Karet tidak lagi melayani naik-turun penumpang, seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan KRL di lintas tersebut tetap beroperasi sesuai jadwal normal. Kereta tetap melintas di kawasan Stasiun Karet, namun tidak akan berhenti untuk memuat atau menurunkan penumpang selama masa pembangunan berlangsung.
PT KAI Commuter memperkirakan masa pembangunan dan penghentian layanan di Stasiun Karet akan berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun, tergantung pada progres pembangunan. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi terbaru melalui aplikasi KAI Commuter atau menghubungi customer service resmi untuk mendapatkan update terkait perkembangan pembangunan.
Persiapan dan Imbauan untuk Penumpang
Sebagai langkah antisipatif, PT KAI Commuter mengeluarkan beberapa imbauan penting bagi penumpang yang biasanya menggunakan Stasiun Karet:
- Cek jadwal dan rute KRL terbaru melalui aplikasi Access by KAI Commuter sebelum melakukan perjalanan.
- Rencanakan perjalanan lebih awal dengan mempertimbangkan waktu tempuh tambahan menuju stasiun alternatif.
- Manfaatkan integrasi antar-moda transportasi yang tersedia, seperti bus TransJakarta, MRT, dan ojek online.
- Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas atau志愿者 yang siaga di sekitar stasiun untuk mendapatkan petunjuk arah.
Dengan persiapan yang matang dan kerja sama antara seluruh pihak, PT KAI Commuter optimistis bahwa masa transisi ini dapat dilalui dengan lancar tanpa menimbulkan gangguan berarti bagi pelayanan transportasi commuterline secara keseluruhan.
"Ini adalah investasi untuk masa depan transportasi publik Jakarta yang lebih baik. Kami mohon pengertian dan kesabaran seluruh pelanggan selama proses pembangunan berlangsung," tambah VP Public Relations KAI Commuter.