Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku terperanjat saat mengetahui fakta bahwa pertandingan bergengsi antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung sudah rentang waktu 7 tahun tidak diselenggarakan secara optimal di ibu kota Jakarta. Kendala perizinan keamanan dari pihak berwenang menjadi faktor utama yang memaksa laga berjuluk El Clasico Indonesia tersebut kerap berpindah lokasi pertandingan ke luar daerah, seperti Solo, Bekasi, hingga Bali.
Shin Tae-yong menilai bahwa pertandingan derbi klasik yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Tanah Air ini seharusnya menjadi pesta olahraga terbesar bagi publik Jakarta. Kehadiran ribuan pendukung setia Macan Kemayoran, The Jakmania, di stadion megah seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) atau Jakarta International Stadium (JIS) dipandang sangat krusial untuk mengangkat atmosfer sepak bola nasional di mata internasional.
Kronologi dan Dinamika Perizinan Laga Persija vs Persib
Masalah perizinan keamanan telah menjadi ganjalan klasik yang membayangi rivalitas Persija Jakarta dan Persib Bandung selama bertahun-tahun. Tingginya tensi persaingan antar-kelompok suporter membuat pihak kepolisian kerap mengeluarkan rekomendasi laga tanpa penonton atau menyarankan pemindahan lokasi pertandingan demi meminimalisasi risiko bentrokan. Berikut adalah rekam jejak pelaksanaan laga kandang Persija melawan Persib dalam beberapa tahun terakhir:
- Musim 2017–2018: Laga kandang Persija kerap dipindahkan ke Stadion Manahan Solo akibat kendala izin keamanan yang tidak diterbitkan di wilayah hukum DKI Jakarta.
- Musim 2019: Duel sempat berhasil digelar di SUGBK Jakarta dengan pengamanan ketat berlapis empat, yang menjadi salah satu laga penuh terakhir di ibu kota sebelum krisis pandemi.
- Musim 2021–2023: Format kompetisi terpusat (bubble) dan rentetan pembatasan membuat laga digelar di tempat netral seperti Bali dan Yogyakarta, hingga kembali terkendala perizinan saat kompetisi normal berjalan kembali.
- Musim 2024: Upaya mengembalikan laga ke Jakarta terus diupayakan manajemen Persija Jakarta, meski penggunaan stadion utama di Jakarta masih diwarnai penyesuaian jadwal dan izin kepolisian.
Analisis Dampak dan Imbauan Khusus Shin Tae-yong
Menurut analisis para pengamat sepak bola nasional, ketiadaan laga kandang sejati di Jakarta memberikan dampak finansial dan teknis yang signifikan bagi manajemen klub Persija. Selain potensi kehilangan pendapatan tiket hingga mencapai puluhan miliar rupiah per musim, kerugian psikologis juga dialami para pemain yang kehilangan dukungan langsung dari puluhan ribu pendukungnya.
"Sangat disayangkan laga sebesar Persija lawan Persib harus terkendala izin hingga tidak bisa rutin dimainkan di Jakarta. Suporter harus menunjukkan kedewasaan agar kepolisian percaya dan memberikan izin pertandingan di ibu kota," ujar Shin Tae-yong saat memberikan pandangannya terkait atmosfer sepak bola Indonesia.
Berikut data perbandingan lokasi pertandingan kandang Persija saat menjamu Persib Bandung dalam beberapa musim terakhir:
| Musim Kompetisi | Stadion Lokasi Laga | Status Izin & Penonton |
|---|---|---|
| 2018 | Stadion Manahan, Solo | Dipindah (Rekomendasi Keamanan) |
| 2019 | SUGBK, Jakarta | Izin Diterbitkan (Kapasitas Penuh) |
| 2021/2022 | Stadion I Wayan Dipta, Bali | Sistem Bubble (Tanpa Penonton) |
| 2022/2023 | Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi | Izin Terbatas (Luar Jakarta) |
Shin Tae-yong secara khusus menyampaikan pesan berharga kepada seluruh elemen The Jakmania. Ia berharap para suporter mampu menjaga ketertiban, menolak segala bentuk provokasi, dan membuktikan diri sebagai pendukung yang dewasa. Dengan terpeliharanya kondusivitas di dalam maupun di luar lapangan, pihak berwenang diyakini tidak akan ragu lagi dalam menerbitkan izin pertandingan di Jakarta untuk masa-masa mendatang.
Ke depan, sinergi antara manajemen klub, kepolisian, panitia pelaksana (Panpel), serta kelompok suporter menjadi kunci utama agar duel Persija vs Persib dapat kembali digelar secara rutin di ibu kota. Sepak bola Indonesia membutuhkan laga-laga berkualitas tinggi dengan atmosfer spektakuler untuk terus meningkatkan kualitas kompetisi di tingkat Asia.
Comments (0)