Sep 17, 2026
Hukum

SERGAI — Musa Rajekshah Tinjau Pelebaran Jalan Nasional Empat Lajur

Deru mesin alat berat dan lalu lalang kendaraan mewarnai kawasan lintas jalan nasional di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Di tengah hir

SERGAI — Musa Rajekshah Tinjau Pelebaran Jalan Nasional Empat Lajur

Deru mesin alat berat dan lalu lalang kendaraan mewarnai kawasan lintas jalan nasional di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pembangunan tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Musa Rajekshah, turun langsung ke lapangan untuk meninjau secara mendalam progres proyek pembangunan dan pelebaran jalan nasional yang tengah ditransformasi menjadi empat lajur pada Sabtu (12/9/2026). Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan akselerasi pembangunan infrastruktur jalan berjalan sesuai target kualitas dan jadwal yang ditetapkan.

Pelebaran alur transportasi darat ini menjadi angin segar bagi konektivitas antarwilayah di Sumatera Utara, khususnya koridor urat nadi yang menghubungkan Kota Medan, Serdang Bedagai, hingga wilayah Pantai Timur Sumatera. Peninjauan langsung oleh legislator pusat ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pencapaian fisik sekaligus memetakan kendala yang masih dihadapi di lapangan.

Komitmen Pengawasan dan Sisa Proyek 2,8 Kilometer

Dalam peninjauan tersebut, terungkap fakta kunci bahwa meskipun mayoritas pengerjaan fisik telah menunjukkan tren positif, masih terdapat pekerjaan rumah yang cukup krusial. Tercatat sepanjang 2,8 kilometer lagi ruas jalan nasional yang harus segera dilanjutkan pengerjaannya agar penyempitan jalur dapat dihindari secara menyeluruh.

"Infrastruktur jalan yang memadai adalah hak dasar masyarakat dan kunci utama pergerakan ekonomi daerah. Kami di DPR RI akan terus mendorong Kementerian Pekerjaan Umum agar alokasi anggaran untuk penuntasan sisa 2,8 kilometer jalan nasional di Sergai ini dapat segera terealisasi tanpa penundaan," tegas Musa Rajekshah di sela-sela peninjauannya.

Implikasi Ekonomi dan Analisis Efisiensi Logistik

Kabupaten Serdang Bedagai dikenal sebagai salah satu lumbung pangan dan kawasan agrowisata potensial di Sumatera Utara. Kemacetan kronis dan titik penyempitan (bottleneck) yang kerap terjadi pada ruas jalan lama berkapasitas dua lajur sebelumnya terbukti memicu membengkaknya biaya logistik serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Parameter Proyek Detail Informasi
Lokasi Kegiatan Jalan Nasional Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumut
Target Spesifikasi Pelebaran dari 2 Lajur menjadi 4 Lajur
Sisa Pekerjaan 2,8 Kilometer yang harus dilanjutkan
Fokus Pengawasan DPR RI & Kementerian Pekerjaan Umum

Pelebaran jalan menjadi empat lajur ini diproyeksikan bakal memangkas waktu tempuh kendaraan distribusi secara signifikan. Pengendara tidak lagi harus terjebak antrean panjang akibat kendaraan bermuatan berat yang melambat. "Konektivitas yang lancar akan langsung berdampak pada efisiensi pengiriman hasil pertanian dan produk lokal ke pasar yang lebih luas," ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat yang ikut menyambut peninjauan tersebut.

Sinergi Pusat dan Daerah Demi Penuntasan Target

Kehadiran wakil rakyat dalam mengawal proyek strategis di daerah diharapkan mampu mempercepat proses koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Sergai, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, dan pemerintah pusat. Penanganan sisa 2,8 km tersebut memerlukan koordinasi presisi, termasuk antisipasi pembebasan lahan serta penataan sistem drainase di sisi jalan.

Masyarakat Sergai dan para pengguna jalan kini menantikan penuntasan penuh dari koridor jalan nasional empat lajur ini. Harapan besar tertumpu pada sinergi semua pihak agar pengerjaan fisik sisa jalur tersebut selesai tepat waktu, menciptakan keselamatan berlalu lintas yang lebih baik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah Sumatera Utara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User