Monday, 24 August 2026 | 10:01 WIB

Serangan Drone Hantam Markas Polisi Ukraina, Dua Personel Tewas

Malam di Kota Zhytomyr, Ukraina barat laut, mendadak berubah mencekam ketika ledakan mengguncang markas kepolisian setempat pada Rabu (19/8). Serangan dron

Aug 21, 2026 - 04:05
0 1
Serangan Drone Hantam Markas Polisi Ukraina, Dua Personel Tewas

Malam di Kota Zhytomyr, Ukraina barat laut, mendadak berubah mencekam ketika ledakan mengguncang markas kepolisian setempat pada Rabu (19/8). Serangan drone yang menargetkan fasilitas tersebut menewaskan dua personel polisi dan melukai sejumlah petugas lain yang sedang bertugas. Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa perang yang berkecamuk sejak 2022 tak lagi mengenal garis depan, melainkan telah merambah jauh ke wilayah-wilayah sipil di belakang medan tempur.

Zhytomyr, ibu kota provinsi yang berjarak sekitar 140 kilometer di barat Kyiv, memang bukan kota asing bagi deru sirene dan suara ledakan. Sepanjang konflik, kawasan ini berulang kali menjadi sasaran rudal dan pesawat nirawak Rusia karena posisinya yang strategis sebagai simpul logistik dan jalur pasokan menuju ibu kota Ukraina.

Drone Jadi Senjata Andalan Perang Modern

Serangan terhadap markas polisi di Zhytomyr hanyalah satu dari sekian rentetan serangan drone yang mewarnai perang di Ukraina. Dalam beberapa tahun terakhir, pesawat nirawak — mulai dari drone pengintai berukuran kecil hingga drone serang bermuatan ledak — menjelma menjadi senjata utama yang digunakan kedua kubu untuk menyerang infrastruktur militer, jaringan listrik, hingga sasaran strategis di kota-kota besar.

"Serangan drone telah mengubah wajah peperangan modern. Sasaran tak lagi hanya barak militer, tetapi juga fasilitas publik seperti kantor polisi, gardu listrik, dan rumah sakit," ujar seorang analis keamanan yang memantau konflik Ukraina.

Para pengamat melihat pola serangan semacam ini kerap digunakan untuk menekan moral aparat keamanan sekaligus warga sipil, serta menguji sistem pertahanan udara lawan. Bagi Ukraina, gelombang drone musuh menjadi ujian berat bagi pasokan sistem pertahanan udara yang terus menipis di tengah keterbatasan bantuan militer dari sekutu.

Duka di Kalangan Aparat dan Warga

Kabar gugurnya dua personel polisi di Zhytomyr langsung menyulut duka mendalam di kalangan aparat keamanan Ukraina. Polisi Ukraina, yang selama perang berperan ganda — menjaga ketertiban sekaligus membantu evakuasi warga di wilayah terdampak — kembali kehilangan anggota terbaiknya di tengah tugas kemanusiaan.

Sejak invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022, ratusan aparat keamanan Ukraina dilaporkan tewas dalam berbagai serangan, baik di garis depan maupun di belakangnya. Angka korban sipil pun terus bertambah, menjadikan konflik ini salah satu perang dengan dampak kemanusiaan terparah di Eropa sejak Perang Dunia II.

Respons Pemerintah dan Dunia Internasional

Pemerintah Ukraina mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan itu merupakan kejahatan perang yang harus dipertanggungjawabkan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berulang kali mendesak sekutu Barat untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara guna melindungi kota-kota Ukraina dari teror drone dan rudal.

Dunia internasional kembali mengingatkan bahwa serangan terhadap aparat penegak hukum dan fasilitas sipil melanggar hukum humaniter internasional. Organisasi kemanusiaan juga menyoroti dampak psikologis yang diderita warga sipil yang hidup dalam bayang-bayang serangan udara hampir setiap malam.

Perang yang Belum Menunjukkan Tanda Mereda

Serangan drone di Zhytomyr menjadi pengingat bahwa perang Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sebaliknya, eskalasi justru terus terjadi di berbagai lini, baik lewat serangan lintas batas maupun serangan jarak jauh ke wilayah Ukraina. Para pengamat menilai, tanpa jaminan keamanan yang kuat dan dukungan pertahanan udara yang memadai, warga sipil Ukraina akan terus menjadi korban keganasan perang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia mengenai serangan tersebut, sebagaimana pola umum yang selama ini terjadi ketika sasaran sipil atau aparat nonmiliter menjadi korban. Yang pasti, dua keluarga di Zhytomyr harus kehilangan anggota keluarganya, dan sebuah kota kembali harus berduka di tengah perang yang tak kunjung usai.

[SOCIAL_TWEET]: Serangan drone hantam markas polisi di Zhytomyr, Ukraina. Dua personel tewas, sejumlah petugas luka-luka. Perang tak lagi mengenal garis depan. #Ukraina #DroneAttack[SOCIAL_TG]: 🚨 Serangan drone hantam markas polisi Ukraina di Zhytomyr — 2 personel tewas, sejumlah petugas luka-luka. Ikuti terus perkembangan terbaru hanya di Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User