BERITATERCEPAT.COM, BANTEN — Upaya pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diintensifkan oleh tim gabungan. Di tengah ketidakpastian yang menyelimuti operasi SAR, perhatian khusus kini turut difokuskan pada kondisi mental dan emosional keluarga korban melalui penyiagaan tim pendampingan psikososial di posko utama.
Kementerian Sosial bersama relawan terlatih dan dinas terkait telah mendirikan pos layanan dukungan psikososial di sekitar dermaga penyeberangan untuk memberikan pendampingan intensif. Langkah ini diambil guna meminimalisasi trauma, kepanikan, serta menjaga stabilitas psikologis anggota keluarga yang menanti kabar dari perairan lepas.
Pendampingan Intensif dan Trauma Healing di Posko
Ketegangan mendalam kerap melanda sanak saudara ketika operasi penyelamatan berjalan tanpa kepastian instan. Tim psikososial menerapkan pendekatan khusus dengan teknik psychological first aid (PFA), konseling berkala, hingga pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan di posko krisis.
"Kami hadir untuk mendampingi dan mendengar secara aktif kecemasan keluarga. Dalam fase kritis seperti ini, stabilitas emosi sangat rentan goyah. Pendampingan psikososial berfokus memberikan rasa aman dan ruang penerimaan di tengah proses pencarian yang sedang berlangsung," ujar Koordinator Tim Pendampingan Psikososial di lokasi posko.
Selain konseling personal, petugas juga memfasilitasi ruang privat agar keluarga dapat beristirahat dan berdoa bersama dengan tenang tanpa intervensi hiruk-pikuk posko logistik lapangan.
Kronologi dan Perkembangan Operasi Pencarian
Operasi penyelamatan gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta potensi SAR daerah telah memasuki tahapan perluasan wilayah penyisiran. Berikut kronologi penanganan operasi di lapangan:
- Penerimaan Laporan Awal: Tim SAR menerima sinyal darurat dan laporan hilang kontak kapal motor yang mengangkut rombongan jurnalis saat meliput di sekitar kawasan Selat Sunda.
- Penyisiran Tahap Pertama: Armada kapal patroli cepat diterjunkan menuju titik koordinat terakhir transmisi kapal, dibarengi dengan pemindaian sonar bawah air.
- Perluasan Wilayah Operasi: Akibat dinamika arus laut dan angin kencang, radius pencarian diperluas hingga puluhan mil laut mencakup perairan Banten hingga pesisir Lampung selatan.
- Pengerahan Alutsista Udara: Helikopter pencari dan pesawat intai dikerahkan untuk memantau keberadaan serpihan atau pelampung keselamatan dari ketinggian.
Fasilitas dan Layanan Terpadu bagi Pihak Keluarga
Guna memastikan koordinasi terpusat dan mencegah persebaran informasi yang keliru, pihak berwenang menyediakan sejumlah layanan terintegrasi bagi keluarga korban:
- Pembaruan Informasi Satu Pintu: Menyediakan taklimat resmi berkala dari komandan SAR untuk mencegah disinformasi yang memicu kecemasan berlebih.
- Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Tim medis bersiaga 24 jam untuk memeriksa tekanan darah, kondisi fisik, dan asupan gizi anggota keluarga.
- Akses Komunikasi Khusus: Fasilitas sambungan komunikasi langsung dengan tim lapangan jika ditemukan tanda-tanda atau objek temuan baru di laut.
Hingga saat ini, seluruh armada penyelamat tetap beroperasi optimal menyisir titik-titik krusial di Selat Sunda dengan harapan kelima jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Comments (0)