Sekaten Solo: Dua Kubu Raja Pilih Alun-alun Berbeda, Pemkot Buka Suara
UPDATE TERKINI — Harmoni tradisi Sekaten di Kota Solo mendadak terbelah tepat pada perayaan tahun ini. Dua kubu penguasa Keraton Surakarta Hadiningrat masing-masing menggelar hajat budaya di dua alu...
UPDATE TERKINI — Harmoni tradisi Sekaten di Kota Solo mendadak terbelah tepat pada perayaan tahun ini. Dua kubu penguasa Keraton Surakarta Hadiningrat masing-masing menggelar hajat budaya di dua alun-alun yang bersaing.
Lokasi Bersaing, Tradisi Sama
Kubu pertama dipimpin oleh PB XIV Purbaya yang memilih Alun-alun Selatan sebagai pusat seremonial. Sementara kubu kedua di bawah PB XIV Mangkubumi menghelat acara identik di Alun-alun Utara. Keduanya sama-sama mengklaim sebagai pewaris sah keraton.
Padahal Sekaten merupakan bagian dari Grebeg Maulud yang selalu terpusat di kawasan Masjid Agung. Perpecahan ini menandai pertarungan tak berkesudahan antara dua faksi internal keraton.
Kronologi Dualisme
Sejak mangkatnya raja sebelumnya, dualisme kepemimpinan mengakar. Masing-masing kubu memiliki lungguh dan pengikut setia. Perayaan Sekaten tahun ini menjadi panggung terbuka bagi masing-masing pihak untuk menunjukkan legitimasi di hadapan warga Solo.
- Lokasi 1: Alun-alun Selatan, dikuasai kubu PB XIV Purbaya
- Lokasi 2: Alun-alun Utara, dikendalikan kubu PB XIV Mangkubumi
- Acara: Grebeg Sekaten, termasuk pasar malam dan kirab gunungan
- Waktu: Serentak bersamaan pada puncak Maulud Nabi
Pemerintah Kota Angkat Bicara
Pemerintah Kota Solo akhirnya buka suara atas situasi yang berpotensi membingungkan warga dan wisatawan. Pemkot menyatakan sikap netral namun tegas. Mereka tidak berpihak pada salah satu kubu, tetapi berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban di kedua lokasi.
Seorang sumber di lingkungan Pemkot menyebut pihaknya terus memantau potensi gesekan horizontal. Evakuasi dan jalur darurat telah disiagakan di sekitar lapangan. Pemkot juga meminta kedua kubu menahan diri dan tidak memprovokasi.
Suasana di Lapangan
Di Alun-alun Selatan, keramaian tampak padat. Kubu Purbaya menghadirkan rangkaian gamelan dan kirab prajurit. Sementara di Alun-alun Utara, kubu Mangkubumi memasang tenda besar dan panggung hiburan. Warga Solo terbelah, namun banyak yang memilih mengunjungi kedua lokasi meski dengan jarak hati-hati.
Dilaporkan hingga berita ini diturunkan, situasi masih terkendali. Tampak perbantuan dari Satpol PP, TNI, dan relawan budaya bersiaga di ring satu masing-masing lokasi. Pihak keraton dilarang saling mendekati wilayah acara lawan.
Potensi Konflik Terbuka
Pengamat budaya menilai perpindahan tempat ini merupakan eskalasi simbolis dari perseteruan legitimasi. Jika dibiarkan tanpa mediasi, Sekaten bisa kehilangan ruh penyatuannya. Tahun depan, ancaman pecah kongsi semakin nyata.
Sejauh ini, Pemprov Jawa Tengah belum turun tangan. Seluruh tanggung jawab keamanan berada di pundak pemerintah kota. Kini, ribuan mata tertuju pada bagaimana Solo menjaga warisan leluhur di tengah dualisme yang tak kunjung usai.
Comments (0)