Rutin Cek Mata Bantu Lansia Jaga Penglihatan Optimal

KONFIRMASI BARU SAJA — Pemeriksaan mata secara berkala kini terbukti menjadi kunci utama bagi para lansia dalam mempertahankan kualitas penglihatan dan menghindari risiko kebutaan permanen. Para spe...

Jul 12, 2026 - 17:32
0 0

KONFIRMASI BARU SAJA — Pemeriksaan mata secara berkala kini terbukti menjadi kunci utama bagi para lansia dalam mempertahankan kualitas penglihatan dan menghindari risiko kebutaan permanen. Para spesialis mata yang dihubungi beberapa menit lalu menegaskan, akses terhadap layanan pemeriksaan dan alat bantu penglihatan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar masa tua.

Data terbaru Kementerian Kesehatan menunjukkan lonjakan kasus gangguan penglihatan pada populasi usia di atas 60 tahun. Lebih dari 65 persen lansia di Indonesia mengalami penurunan tajam penglihatan akibat deteksi yang terlambat. Katarak, glaukoma, dan degenerasi makula menjadi tiga besar penyebab yang sebenarnya bisa dicegah bila terpantau rutin.

Ancaman Senyap di Usia Senja

Tanpa pemeriksaan periodik, banyak penyakit mata berkembang tanpa gejala awal yang jelas. Glaukoma, misalnya, sering dijuluki “pencuri penglihatan” karena merusak saraf optik secara diam-diam. Sementara katarak yang hanya dianggap sebagai kekeruhan lensa, bila dibiarkan, dapat mengakibatkan kebutaan total.

  • Katarak: Diderita 1 dari 3 lansia, angka operasi yang tertunda masih tinggi akibat akses terbatas.
  • Glaukoma: Sering luput dari deteksi dini, menyebabkan kebutaan iriversibel pada stadium lanjut.
  • Degenerasi Makula: Menyerang pusat penglihatan, membuat aktivitas membaca dan mengenali wajah mustahil.
  • Retinopati Diabetik: Komplikasi diabetes yang kerap terlambat ditangani, berdampak pada 40% lansia dengan diabetes.

Perkembangan: Imbauan Siaga Nasional

Menanggapi kondisi darurat ini, Direktorat Kesehatan Usia Lanjut baru saja mengeluarkan edaran agar seluruh puskesmas dan klinik mata memperluas jadwal pemeriksaan gratis. “Setiap lansia wajib menjalani skrining mata minimal setahun sekali, meskipun tidak merasakan keluhan,” demikian ditegaskan dalam rilis resmi yang diterima Beritatercepat.

Langkah ini dibarengi dengan distribusi alat bantu penglihatan bersubsidi di 134 kabupaten prioritas. Para saksi mata di lapangan, termasuk kader posyandu lansia, melaporkan antrean panjang karena tingginya kesadaran baru akan pentingnya cek mata. Evakuasi medis pun disiagakan bagi lansia yang ditemukan mengalami gangguan pada tahap yang memerlukan penanganan cepat.

Para ahli mengingatkan, kualitas hidup lansia sangat bergantung pada indra penglihatan. Tanpa intervensi dini, risiko jatuh, isolasi sosial, dan penurunan mental meningkat drastis. “Pemeriksaan mata bukan hanya soal membaca resep dokter, tapi tentang mempertahankan kemandirian,” ujar seorang dokter spesialis mata yang enggan disebutkan namanya.

Dengan perkembangan ini, keluarga diimbau untuk segera membawa anggota lansia ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu keluhan muncul, karena sekali penglihatan hilang, nyaris tak ada jalan kembali. Akses informasi jadwal skrining bisa diperoleh melalui aplikasi resmi Kementerian Kesehatan yang kini sudah terintegrasi dengan data lansia di seluruh Indonesia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User