Sep 19, 2026
Nasional

Rupiah Melemah ke Posisi Rp17.645 per Dolar AS Pagi Ini

Tekanan terhadap mata uang Garuda kembali berlanjut di pasar spot valuta asing antarbank Jakarta. Pada pembukaan perdagangan Selasa (8/9) pagi, nilai tukar

Rupiah Melemah ke Posisi Rp17.645 per Dolar AS Pagi Ini

Tekanan terhadap mata uang Garuda kembali berlanjut di pasar spot valuta asing antarbank Jakarta. Pada pembukaan perdagangan Selasa (8/9) pagi, nilai tukar rupiah dibuka melemah di level Rp17.645 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan penurunan tipis sebesar 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Pelemahan tipis ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar keuangan domestik yang tengah mencermati dinamika makroekonomi global, khususnya pergerakan indeks dolar AS (DXY) dan arah kebijakan suku bunga acuan global.

Dinamika Pasar dan Tekanan Eksternal

Pasar valuta asing Asia secara umum bergerak variatif dengan kecenderungan tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Sentimen investor masih dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap rilis data ekonomi utama dari Negeri Paman Sam, termasuk angka ketenagakerjaan dan inflasi, yang menjadi pertimbangan utama Federal Reserve.

Indikator Posisi Sebelumnya Pembukaan Hari Ini Perubahan
USD/IDR Rp17.640 Rp17.645 -5 poin (-0,03%)
Sentimen Global Konsolidasi Hati-hati (Risk-off) -

Pelaku pasar global tampak membatasi transaksi berisiko di pasar negara berkembang (emerging markets), memicu arus modal jangka pendek kembali menuju aset-aset safe haven berdenominasi greenback.

"Pergerakan rupiah pagi ini masih didominasi oleh faktor eksternal, di mana dolar AS menunjukkan ketahanan yang kuat di pasar global. Investor cenderung mengambil posisi menunggu konfirmasi data makro terbaru sebelum melakukan aksi beli aset berisiko," ungkap analis pasar uang di Jakarta.

Sentimen Domestik dan Antisipasi Bank Indonesia

Dari sisi domestik, fundamental perekonomian Indonesia sejatinya tetap solid didukung oleh cadangan devisa yang memadai dan inflasi yang terkendali dalam rentang sasaran pemerintah. Namun, tingginya imbal hasil (yield) obligasi AS (US Treasury) terus memberi tantangan bagi arus modal portofolio ke pasar obligasi dalam negeri.

Untuk meredam volatilitas yang berlebihan, Bank Indonesia diperkirakan tetap siaga menjalankan strategi bauran kebijakan moneter, antara lain:

  • Intervensi di Pasar Spot: Memastikan likuiditas valas tetap terjaga di pasar tunai.
  • Intervensi DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward): Menjangkarkan ekspektasi nilai tukar di masa depan.
  • Optimalisasi SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia): Menarik arus modal asing jangka pendek demi menopang stabilitas kurs.

Prospek dan Rentang Pergerakan Kurs

Hingga penutupan pasar sore nanti, rupiah diproyeksikan masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas. Pasar memperkirakan level support rupiah berada di kisaran Rp17.620 per dolar AS, sementara level resistance terdekat berada di posisi Rp17.680 per dolar AS.

Apabila sentimen eksternal tidak menunjukkan tekanan baru, peluang bagi rupiah untuk kembali bergerak stabil atau menguat tipis tetap terbuka, didorong oleh pasokan valas korporasi domestik yang mengalir secara bertahap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User