JAKARTA — Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) mencatatkan lompatan strategis dalam penguatan tata kelola kelembagaan dan akuntabilitas publik. Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, mengumumkan bahwa indeks Reformasi Birokrasi (RB) RRI tahun 2025 berhasil menembus angka 78,44 dengan predikat BB (Sangat Baik).
Capaian tersebut dipaparkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RRI melalui prosesi sakral penyulutan obor Tri Prasetya yang digelar di Auditorium Abdurrahman Saleh, Kantor Pusat LPP RRI, Jakarta. Hendrasmo menegaskan bahwa peningkatan tata kelola ini bukan kerja individual, melainkan buah dedikasi seluruh angkasawan dan angkasawati RRI di seluruh pelosok Tanah Air.
"Capaian itu menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus membangun tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Angkasawan-angkasawati yang saya cintai dan sebanggaan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama," tegas I Hendrasmo di hadapan jajaran pimpinan dan pegawai RRI.
Kronologi Transformasi Tata Kelola RRI Periode 2021–2026
Perjalanan pembenahan birokrasi di tubuh lembaga penyiaran publik ini menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan sejak dicanangkan lima tahun lalu. Berikut rekam jejak capaian akuntabilitas LPP RRI:
- Tahun 2021 (Titik Awal Transformasi): Indeks Reformasi Birokrasi RRI berada pada angka 55,64, menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap efisiensi birokrasi dan tata kelola internal.
- Periode 2022–2024 (Akselerasi Pembenahan): RRI menjalankan restrukturisasi manajemen, digitalisasi alur kerja, penguatan pengawasan internal, serta peningkatan transparansi pelaporan keuangan publik.
- Tahun 2025 (Pencapaian Predikat Sangat Baik): Nilai RB melonjak tajam sebesar 22,8 poin hingga mencapai 78,44 (Kategori BB), mengukuhkan RRI sebagai badan publik yang akuntabel.
- Target 2026 (Konsolidasi Layanan Publik): Memperkuat integrasi multiplatform siaran terpercaya sekaligus memantapkan sistem kelembagaan modern menyongsong era penyiaran digital penuh.
Penyulutan Obor Tri Prasetya Jadi Momentum Evaluasi Kelembagaan
Peringatan HUT ke-81 yang ditandai dengan tradisi penyulutan obor Tri Prasetya dijadikan momentum refleksi bersama. Menurut Hendrasmo, obor Tri Prasetya bukan sekadar simbol seremonial tahunan, melainkan pengingat moral atas komitmen RRI dalam menyajikan informasi yang independen, mencerdaskan bangsa, serta merekatkan persatuan Indonesia.
Transformasi birokrasi yang berjalan dinilai berdampak langsung pada performa redaksi dan operasional di lapangan. Melalui tata kelola yang ramping dan adaptif, RRI dinilai makin lincah bertransformasi dari radio konvensional menuju ekosistem media digital terintegrasi melalui portal rri.co.id, aplikasi RRI Digital, dan jaringan siaran daerah.
Fokus Penguatan Akuntabilitas dan Pelayanan Publik
Kenaikan indeks RB ke kategori BB membuktikan bahwa pembenahan struktural berdampak positif pada integritas kerja harian. Manajemen RRI kini menempatkan reformasi tata kelola sebagai pilar utama transformasi hingga akhir 2026.
- Peningkatan Kualitas SDM: Standardisasi kompetensi jurnalis dan tenaga penyiaran berorientasi etika jurnalistik tinggi.
- Transparansi Anggaran: Pengelolaan keuangan negara yang tertib, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
- Peningkatan Kepuasan Pendengar: Perluasan aksesibilitas siaran dan keberagaman konten informatif di seluruh wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Comments (0)