RORI Banten Gelar Sunatan Massal Rayakan HUT ke-6
SERANG — Suasana haru dan ceria mewarnai halaman sebuah masjid di kawasan Serang, Banten, Sabtu pagi kemarin. Puluhan bocah tampak antre dengan balutan sar
SERANG — Suasana haru dan ceria mewarnai halaman sebuah masjid di kawasan Serang, Banten, Sabtu pagi kemarin. Puluhan bocah tampak antre dengan balutan sarung, didampingi orang tua yang menyembunyikan rasa cemas di balik senyum. Bukan acara biasa—inilah aksi sosial tahunan yang kembali digelar Royal Riders Indonesia (RORI) Chapter Banten dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-6 komunitas motor gede ini.
Ketua RORI Chapter Banten, Andi "Baron" Maulana, membuka acara dengan pekik khas bikers: "Satu aspirasi, satu komunitas, untuk masyarakat!"—disambut gelegar knalpot puluhan moge yang diparkir rapi di area acara.
"Ini bukan sekadar perayaan. Kami ingin kado ulang tahun keenam RORI adalah manfaat nyata untuk warga sekitar. Khitan massal gratis ini targetnya 50 anak, dan alhamdulillah hari ini 63 anak terdaftar,"
ungkap Baron saat ditemui di sela kegiatan.
Yang Perlu Kamu Tahu
- Total 63 anak berhasil dikhitan dalam satu hari, melampaui target awal 50 peserta.
- Acara digelar di Klinik Al-Hikmah Serang, hasil kolaborasi dengan 10 tenaga medis profesional yang dikerahkan panitia.
- Setiap peserta mendapat paket pemulihan lengkap: obat-obatan, sarung, baju koko, dan uang saku sebesar Rp150.000.
- RORI Chapter Banten memobilisasi 87 anggota yang turun langsung mengawal jalannya acara.
- Kegiatan ini menjadi agenda sosial terbesar ketiga RORI Banten sepanjang 2025.
Dari Aspal ke Aspirasi Sosial
Royal Riders Indonesia bukan nama asing di kancah komunitas motor tanah air. Berdiri sejak 2019, mereka konsisten menggabungkan hobi touring dengan aksi-aksi kemanusiaan. Chapter Banten—salah satu chapter teraktif—sudah menggelar bakti sosial di bidang kesehatan, pendidikan, hingga tanggap bencana sejak tahun pertama berdiri.
Tahun ini, panitia sengaja memilih khitanan massal sebagai program unggulan HUT. Sekretaris Panitia, Dewi Saraswati, menjelaskan bahwa butuh waktu tiga minggu untuk menyaring dan memverifikasi peserta dari delapan kelurahan di sekitar Kota Serang.
"Kami tidak mau asal banyak peserta. Setiap anak kami verifikasi kondisi kesehatannya. Tiga dokter spesialis anak kami libatkan agar proses steril dan minim risiko,"
tegas Dewi.
Kolaborasi Multi-Pihak
Yang membuat acara ini spesial adalah kolaborasi lintas sektor. Menurut pantauan di lapangan, RORI Banten menggandeng Dinas Kesehatan Kota Serang untuk pengawasan standar operasional, serta PMI Banten sebagai tim medis pendukung.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, dr. Hadi Mulyono, yang hadir langsung memberi apresiasi atas inisiatif komunitas ini.
"Ini contoh nyata bahwa komunitas bukan cuma soal hobi. Sinergi dengan pemerintah mempercepat akses kesehatan untuk warga yang belum terjangkau BPJS. Saya titip pesan agar RORI tidak berhenti di sini,"
ujarnya di hadapan peserta dan panitia.
Tak ketinggalan, sponsor lokal turut meramaikan acara. Warkop Jenderal, Bank BJB Syariah, dan Alfamidi menjadi penyandang dana utama untuk logistik 200 kotak konsumsi yang dibagikan sepanjang hari.
Dampak dan Harapan
Di sudut ruang pemulihan, Rohman (34), salah satu orang tua peserta asal Kelurahan Cipocok Jaya, menyeka sudut mata anaknya yang baru saja selesai dikhitan.
"Di klinik biasa biayanya bisa Rp500–700 ribu. Apalagi saya buruh harian. Adanya acara ini benar-benar meringankan. Terima kasih buat abang-abang RORI,"
katanya dengan suara bergetar.
Rangkaian HUT ke-6 RORI Chapter Banten tidak berhenti pada sunatan massal. Baron mengonfirmasi bahwa agenda selanjutnya adalah touring amal ke pelosok Pandeglang bulan depan untuk menyalurkan bantuan alat tulis ke sekolah-sekolah terpencil, sekaligus santunan 100 anak yatim menjelang tahun ajaran baru.
Dengan tercatatnya 63 anak yang berhasil dikhitan, RORI Chapter Banten membuktikan bahwa usia muda sebuah komunitas tidak berbanding lurus dengan skala dampak yang bisa diciptakan. Di bawah deru mesin moge dan jaket kulit, ada denyut kepedulian yang terus hidup.
Comments (0)