Romero Desak Perbaikan Pertahanan Argentina Jelang Laga Perempat Final Lawan Swiss

BARU SAJA – Cristian Romero melemparkan ultimatum. Pertahanan Argentina dinilainya dalam kondisi darurat setelah gawang Emiliano Martínez kebobolan empat gol dalam dua pertandingan terkini.Menjelan...

Jul 12, 2026 - 06:51
0 0

BARU SAJA – Cristian Romero melemparkan ultimatum. Pertahanan Argentina dinilainya dalam kondisi darurat setelah gawang Emiliano Martínez kebobolan empat gol dalam dua pertandingan terkini.

Menjelang duel perempat final Piala Dunia 2026 kontra Swiss, Romero tak segan mengecam rapuhnya koordinasi lini belakang. Dua laga beruntun tanpa clean sheet menjadi bukti bahwa juara bertahan itu tengah kehilangan taringnya di sektor paling krusial.

Fakta Kelam di Lini Belakang

Romero mengungkapkan statistik yang mengkhawatirkan. Ia menyoroti kemudahan lawan menembus jantung pertahanan Argentina.

  • Kebobolan 2 gol saat melawan Kosta Rika di laga pamungkas fase grup.
  • Kebobolan 2 gol lagi di babak 16 besar kala menghadapi Korea Selatan.
  • Hanya mencatatkan satu clean sheet dari empat pertandingan sepanjang turnamen.

Ini situasi gawat,” ujar Romero dengan nada serius. “Kami tidak bisa terus-terusan memberi ruang kepada lawan. Empat gol dalam dua laga adalah sebuah aib bagi tim sekelas Argentina.”

Swiss: Ancaman Nyata di Depan

Romero menyadari bahwa Swiss bukan lawan yang bisa disepelekan. Pasukan Murat Yakin tampil trengginas dengan koleksi 7 gol di tiga laga terakhir. Kecepatan Breel Embolo dan kreativitas Xherdan Shaqiri siap menghukum setiap kesalahan sekecil apa pun.

“Mereka tim berbahaya. Transisi mereka sangat cepat. Jika kami tidak kembali ke identitas awal sebagai tim yang sulit dibobol, hasil buruk bisa saja terjadi,” tambah bek Tottenham Hotspur itu.

Perjalanan Mengecewakan di Lini Belakang

Sejak fase grup, Argentina memang sudah menunjukkan titik lemah. Meski selalu mencetak gol, lini belakang mereka acap kali kecolongan di momen-momen krusial.

  • Menang tipis 2-1 atas Maroko (laga pembuka).
  • Kalah 1-2 dari Jerman (pertandingan kedua).
  • Menang 3-2 atas Kosta Rika (sempat unggul dua gol).
  • Menang dramatis 3-2 atas Korea Selatan via gol injury time.

Total, Argentina sudah kemasukan 7 gol dalam 4 pertandingan – angka yang jauh dari standar tim juara bertahan.

Duet Romero-Otamendi Disorot

Kemitraan Romero dengan Nicolás Otamendi di jantung pertahanan kerap terlambat membaca pergerakan lawan. Minimnya proteksi dari lini tengah membuat duet itu terekspos serangan balik cepat.

“Saya dan Nicolás sudah berbicara banyak. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan individual. Melawan Swiss, koordinasi harus sempurna,” tegas Romero.

Waktu Semakin Sempit

Dengan kurang dari 72 jam sebelum laga di Stadion MetLife, New Jersey, tekanan kian membuncah. Publik Argentina menanti lahirnya kembali tembok kokoh di depan Martínez. Jika Romero dan kolega gagal membenahi diri, maka petualangan mempertahankan gelar juara dunia bisa berakhir lebih awal dari yang dibayangkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User