Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah Jaksel, Ada Konflik Internal
BREAKING – Polisi BARU SAJA mengonfirmasi temuan ratusan pucuk senjata di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Senjata-senjata tersebut ditemukan di ruang mantan ketua yayasan, y...
BREAKING – Polisi BARU SAJA mengonfirmasi temuan ratusan pucuk senjata di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Senjata-senjata tersebut ditemukan di ruang mantan ketua yayasan, yang diduga kuat terkait sengketa internal yang memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Penemuan ini terjadi pada Rabu siang, saat pihak sekolah melakukan inspeksi mendadak setelah menerima laporan anonim. Petugas keamanan sekolah langsung mengamankan lokasi dan menghubungi polisi. Dalam hitungan menit, aparat dari Polres Jakarta Selatan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Kronologi Penemuan
Menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan, senjata-senjata tersebut tersimpan rapi di dalam beberapa lemari besi dan kotak kayu. Beberapa di antaranya diduga merupakan senjata api rakitan, sementara yang lain adalah senjata tajam jenis pedang dan pisau. Total sementara yang berhasil dihitung mencapai lebih dari 150 pucuk senjata api dan 200 senjata tajam.
"Kami menerima laporan dari pihak sekolah sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah kami periksa, benar ada puluhan kotak berisi senjata. Ini temuan yang sangat serius," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Ade Ary Syam, dalam konferensi pers singkat di lokasi.
Pihak sekolah mengungkapkan bahwa ruangan tersebut memang milik mantan ketua yayasan yang telah diberhentikan beberapa bulan lalu. Sejak pemberhentian itu, terjadi konflik internal yang berkepanjangan antara pengurus yayasan lama dan baru. Sengketa tersebut meliputi kepemilikan aset, pengelolaan dana, dan perebutan kekuasaan.
Konflik Internal Jadi Pemicu
"Kami menduga senjata-senjata ini disimpan oleh mantan ketua yayasan untuk mengintimidasi pihak-pihak yang berseberangan. Ini bukan sekadar temuan biasa, ini indikasi adanya ancaman kekerasan," kata seorang penyidik yang enggan disebut namanya.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dokumen kepemilikan senjata, catatan transaksi, dan beberapa unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi. Selain itu, polisi juga telah memeriksa tiga orang saksi, termasuk dua guru dan satu staf administrasi.
Hingga saat ini, mantan ketua yayasan yang berinisial S (55) belum ditemukan. Polisi telah memasukkan namanya ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dan tengah memburu keberadaannya. "Kami sudah mengantongi identitasnya. Kami imbau yang bersangkutan untuk segera menyerahkan diri," tegas Kombes Ade Ary.
Ratusan Senjata, Fakta Kunci
- Lokasi: Sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
- Jumlah: Lebih dari 150 pucuk senjata api dan 200 senjata tajam.
- Pemicu: Sengketa internal yayasan yang berkepanjangan.
- Status: Mantan ketua yayasan berinisial S masuk DPO.
- Barang bukti: Dokumen kepemilikan, catatan transaksi, dan ponsel.
Reaksi Sekolah dan Wali Murid
Kabar ini langsung mengguncang lingkungan sekolah. Sejumlah wali murid yang datang untuk menjemput anaknya tampak panik. "Saya baru tahu dari grup WhatsApp. Ini sangat mengkhawatirkan, saya tidak menyangka sekolah yang katanya aman bisa menyimpan senjata sebanyak ini," ujar Rina, seorang wali murid kelas 9.
Kepala sekolah, yang enggan disebut namanya, menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama penuh dengan polisi. "Kami kaget dan prihatin. Kami akan bersih-bersih total dan memastikan tidak ada lagi barang mencurigakan di lingkungan sekolah," katanya.
Polisi juga telah memasang garis polisi di sekitar ruangan temuan. Kegiatan belajar mengajar sempat dihentikan sementara dan dialihkan ke pembelajaran daring untuk dua hari ke depan. Pihak sekolah juga menyediakan layanan konseling bagi siswa yang mengalami trauma.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Kasus ini kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi akan menyelidiki asal-usul senjata, apakah ada keterlibatan pihak lain, dan apakah senjata-senjata tersebut pernah digunakan untuk aksi kriminal. "Kami juga akan memeriksa rekening koran yayasan untuk melihat apakah ada transaksi mencurigakan terkait pembelian senjata," ungkap Kombes Ade Ary.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penggeledahan di beberapa ruangan lain di sekolah. Tidak menutup kemungkinan jumlah senjata yang ditemukan akan bertambah. Perkembangan kasus ini akan kami update secepatnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika memiliki informasi terkait keberadaan mantan ketua yayasan, segera hubungi polisi.
Comments (0)