Raja Abdullah II Tiba, Prabowo Kenang Hubungan Bersejarah Dua Negara

Di tengah cuaca Jakarta yang cerah, kereta kuda kerajaan memasuki pelataran Istana Merdeka pada Jumat (14/11/2025), menandai momen bersejarah: kunjungan ke

Jul 13, 2026 - 06:54
0 0
Raja Abdullah II Tiba, Prabowo Kenang Hubungan Bersejarah Dua Negara

Di tengah cuaca Jakarta yang cerah, kereta kuda kerajaan memasuki pelataran Istana Merdeka pada Jumat (14/11/2025), menandai momen bersejarah: kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein (Abdullah II) ke Indonesia. Deretan pasukan kehormatan memberikan penghormatan saat Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung sang raja dengan senyum hangat, menegaskan kedekatan personal yang telah terbina selama lebih dari satu dekade.

Tidak banyak pemimpin dunia yang memiliki hubungan sedekat ini. Keduanya pertama kali bertemu pada 2011, saat Prabowo masih menjabat sebagai perwira tinggi TNI. Sejak itu, komunikasi personal terus terjalin—melewati diplomasi formal—hingga kini memasuki babak baru dengan penguatan kerja sama strategis di bidang pertahanan, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Jejak Persahabatan yang Melampaui Protokol

Kilas balik hubungan Prabowo dan Raja Abdullah II menjadi sorotan utama dalam kunjungan ini. Keduanya tercatat telah bertemu dalam lebih dari 11 kali pertemuan bilateral dalam berbagai forum, dari Davos hingga KTT Liga Arab. Raja Abdullah bahkan menjadi salah satu pemimpin Timur Tengah pertama yang memberi selamat langsung saat Prabowo dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024.

"Saya ingat betul, saat saya masih menjabat Menteri Pertahanan, baginda raja selalu menyempatkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati. Bukan hanya soal politik, tapi juga soal visi membangun umat dan kerja sama kemanusiaan. Itu fondasi yang tidak bisa dibeli dengan sekadar diplomasi formal," kenang Prabowo dalam sambutan jamuan kenegaraan malam itu.

Raja Abdullah, yang dikenal sebagai pemimpin pragmatis dan modernis, berkali-kali menyebut Indonesia sebagai "kunci peradaban masa depan". Dalam pidato balasannya, ia menekankan pentingnya Indonesia-Yordania sebagai poros moderasi Islam di tengah konstelasi geopolitik Timur Tengah yang memanas.

Dari Bantuan Militer ke Imbal Dagang Strategis

Kunjungan kenegaraan ini bukan seremonial semata. Sejumlah nota kesepahaman (MoU) diteken, termasuk kerja sama alih teknologi drone, peningkatan kuota beasiswa militer Yordania untuk perwira TNI, serta pembukaan akses pasar bagi produk halal Indonesia ke kawasan Levant.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan volume perdagangan bilateral pada 2024 mencapai USD 1,8 miliar, naik 23% dari tahun sebelumnya. Yordania menjadi hub penting bagi produk sawit, tekstil, dan farmasi Indonesia menuju Irak, Suriah, dan Palestina. Sementara Indonesia mengimpor fosfat dan pupuk sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

  • 2019: Penandatanganan kerja sama kontraterorisme dan deradikalisasi.
  • 2021: Pengiriman bantuan kemanusiaan Indonesia via Amman ke Gaza.
  • 2024: Kesepakatan awal pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA).
  • 2025: Rencana investasi Yordania di proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dampak Geopolitik dan Poros Baru ASEAN-Timur Tengah

Para pengamat menilai kunjungan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai middle power yang menjembatani kepentingan negara-negara Arab dengan kawasan Asia Tenggara. Dr. Retno Maharani, analis hubungan internasional dari Universitas Indonesia, menyebut momentum ini sebagai titik balik.

"Kedekatan personal Prabowo dengan para pemimpin monarki Teluk dan Levant bukan rahasia lagi. Ini memberi keunggulan negoisasi yang tidak dimiliki pemimpin ASEAN lainnya. Jika dikelola dengan baik, Indonesia bisa menjadi hub diplomasi kemanusiaan dan ketahanan pangan yang menghubungkan dua kawasan yang selama ini minim interaksi langsung," ujarnya saat dihubungi.

Raja Abdullah sendiri membawa delegasi lebih dari 40 pengusaha dan investor yang menjajaki proyek di sektor energi baru terbarukan serta pengembangan kawasan ekonomi khusus. Salah satu fokus utama adalah investasi pada industri halal dan logistik pelabuhan, memanfaatkan posisi strategis Indonesia di jalur perdagangan global.

Simbol Kemesraan yang Menggema

Di sela penanaman pohon persahabatan di halaman Istana Bogor, terlihat momen spontan saat Prabowo merangkul Raja Abdullah sambil tertawa, mengingatkan publik pada foto lawas mereka di sela KTT G20 di Arab Saudi. Gambar tersebut viral di media sosial dengan tagar #SahabatSejatiDuaPeradaban, direspons lebih dari 4 juta warganet dalam 12 jam.

Kunjungan dua hari ini ditutup dengan seremoni pelepasan yang tak kalah hangat. Saat pesawat kerajaan lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Prabowo dilaporkan masih melambai hingga burung besi itu menghilang di balik awan. Di mata para diplomat, itu bukan sekadar gesture—melainkan pesan kuat bahwa hubungan Indonesia-Yordania memasuki era keemasan baru.

Kini, bola berada di tangan birokrasi dan pelaku usaha untuk menerjemahkan chemistry tingkat tinggi itu menjadi proyek konkret yang dirasakan langsung oleh rakyat kedua negara, dari petani sawit di Sumatera hingga insinyur teknologi di Amman.

[SOCIAL_TWEET]: Raja Abdullah II tiba di Jakarta, disambut hangat Presiden Prabowo. Keduanya kenang persahabatan lebih dari satu dekade yang kini berbuah kerja sama strategis: dari drone hingga IKN. Ini bukti diplomasi personal mampu membuka babak baru hubungan dua peradaban. 🇮🇩🇯🇴 #RajaAbdullahII #PrabowoSubianto #DiplomasiPersonal[SOCIAL_TG]: 👑🇯🇴 Raja Abdullah II akhirnya tiba! Presiden Prabowo sambut langsung dengan protokol kenegaraan dan kehangatan personal. Lebih dari 4 MoU diteken—pertahanan, perdagangan, hingga IKN. Persahabatan yang dimulai 14 tahun lalu kini berbuah manis. Detail selengkapnya sudah tayang! 🔥🤝 #Yordania #Prabowo

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User