Aug 25, 2026
Hukum

Puluhan Selongsong Peluru Ditemukan di Lokasi Penembakan Tiga Warga Maybrat

MAYBRAT — Misteri dugaan penembakan tiga warga sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Kamis (13/8/2026) sore memasuki babak baru. Puluhan selon

Puluhan Selongsong Peluru Ditemukan di Lokasi Penembakan Tiga Warga Maybrat

MAYBRAT — Misteri dugaan penembakan tiga warga sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Kamis (13/8/2026) sore memasuki babak baru. Puluhan selongsong peluru dan sejumlah barang bukti ditemukan di lokasi kejadian saat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Papua melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (22/8/2026).

Temuan tersebut menjadi fakta material penting dalam penyelidikan kasus yang hingga kini masih menyisakan pertanyaan mengenai siapa yang melepaskan tembakan dan dari posisi mana rentetan peluru diarahkan kepada para korban.

Kronologi Peristiwa dan Penyelidikan

  1. Kamis (13/8/2026) sore: tiga warga sipil ditemukan tewas dalam peristiwa yang diduga merupakan aksi penembakan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
  2. Jumat (21/8/2026): kronologis awal yang beredar menyebutkan peristiwa berawal dari suara drone, dan para korban sempat mendapat pertolongan sebelum akhirnya menjadi korban.
  3. Sabtu (22/8/2026): Komnas HAM perwakilan Papua bersama aparat terkait melakukan olah TKP di Kumurkek, Maybrat, untuk mengumpulkan petunjuk.
  4. Dalam olah TKP tersebut, puluhan selongsong peluru dan sejumlah barang bukti lain ditemukan serta diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Puluhan Selongsong Peluru Ditemukan

Kepala Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah petunjuk yang dinilai penting untuk mengurai peristiwa tersebut. Puluhan selongsong peluru menjadi salah satu temuan utama di lokasi kejadian.

"Ya, jelas ada bukti-bukti petunjuk. Ada bukti-bukti petunjuk kuat yang mengarahkan bahwa korban diduga kuat tertembak," ujarnya kepada Suara Papua di Kumurkek, Maybrat.

Selain selongsong peluru, sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP telah diamankan pihak kepolisian Maybrat untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Barang bukti tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap jenis senjata yang digunakan serta arah dan jarak tembakan.

Dugaan Penembakan Kian Menguat

Menurut Frits, temuan di lapangan memperkuat dugaan bahwa ketiga korban memang mengalami penembakan. Namun, Komnas HAM belum menyimpulkan siapa pelaku maupun pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Tim Komnas HAM kini terus mendalami sejumlah keterangan, termasuk kronologis yang menyebut peristiwa berawal dari suara drone dan adanya pihak yang sempat membantu korban sebelum kejadian. Semua keterangan akan disandingkan dengan barang bukti yang ditemukan di lapangan.

Fakta-Fakta Penting Kasus

  • Peristiwa terjadi Kamis (13/8/2026) sore di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, menewaskan tiga warga sipil.
  • Olah TKP dilakukan Komnas HAM perwakilan Papua pada Sabtu (22/8/2026) di Kumurkek, Maybrat.
  • Puluhan selongsong peluru dan sejumlah barang bukti diamankan kepolisian Maybrat.
  • Komnas HAM menyatakan bukti kuat mengarahkan bahwa korban diduga tertembak, tetapi belum menentukan pelaku.
  • Penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap siapa pelaku dan posisi penembakan.

Komnas HAM Belum Simpulkan Pelaku

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut keselamatan warga sipil di tengah situasi keamanan yang dinamis di Papua Barat Daya. Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan transparan, termasuk mengidentifikasi senjata dari selongsong peluru yang ditemukan agar tidak ada pihak yang kebal hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Maybrat dan Komnas HAM masih melakukan pendalaman. Masyarakat setempat berharap kasus ini segera terungkap agar keadilan dapat ditegakkan dan keluarga korban memperoleh kepastian hukum.

Frits menegaskan, Komnas HAM akan terus mengawal proses penyelidikan hingga tuntas dan memastikan hak-hak korban serta keluarganya terpenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

[SOCIAL_TWEET]: Komnas HAM temukan puluhan selongsong peluru di lokasi penembakan tiga warga sipil Maybrat. Bukti kuat korban tertembak, pelaku belum terungkap. #KomnasHAM #Maybrat[SOCIAL_TG]: 🔴 Puluhan selongsong peluru ditemukan di TKP penembakan tiga warga Maybrat. Komnas HAM: bukti kuat korban tertembak, pelaku belum terungkap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User