Produk Ikan Baubau Layak Dikonsumsi Jamaah Haji di Arab
BARU SAJA: Produk perikanan Kota Baubau dinyatakan memenuhi syarat untuk dikonsumsi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Kepastian ini muncul langsung dari Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irf...
BARU SAJA: Produk perikanan Kota Baubau dinyatakan memenuhi syarat untuk dikonsumsi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Kepastian ini muncul langsung dari Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf sesaat setelah melakukan inspeksi lapangan.
Pemeriksaan Langsung di Baubau
Menhaj Irfan Yusuf baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke sejumlah unit pengolahan ikan di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Ia menilai proses penanganan, pengemasan, hingga rantai dingin produk ikan di sana sudah sesuai standar internasional. "Kualitasnya tidak diragukan lagi," tegasnya dalam keterangan pers hari ini.
Fakta Kunci Produk Ikan Baubau
- Layak Konsumsi: Telah memenuhi standar ketat keamanan pangan Arab Saudi.
- Rantai Pasok Terjamin: Proses cold storage dari pabrik hingga ke pelabuhan siap diuji.
- Varietas Siap Ekspor: Mulai dari tuna, cakalang, hingga ikan layang.
- Volume Kuat: Produksi harian mampu memenuhi kebutuhan 100 ribu porsi jamaah.
Potensi Pasok Selama Musim Haji
Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan akan merancang skema distribusi ikan Baubau ke dapur-dapur katering haji di Makkah dan Madinah. Tahap awal, ekspor perdana direncanakan pada musim haji tahun depan. Hal ini menjawab kebutuhan protein bergizi bagi jamaah yang selama ini didominasi daging beku impor.
Menhaj Irfan Yusuf menekankan, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha perikanan menjadi kunci. "Kami tidak ingin produk bagus hanya berhenti di wacana. Harus masuk ke piring jamaah," tambahnya.
Dorongan ke Ekonomi Daerah
Kota Baubau yang selama ini dikenal sebagai sentra perikanan akan mendapat dampak ekonomi langsung. Perkiraan dari dinas terkait, penetrasi ke segmen katering haji bahkan berpotensi meningkatkan nilai ekspor hingga 30 persen dalam tiga tahun ke depan.
Para nelayan dan pengusaha UMKM perikanan di Baubau segera mendapatkan pendampingan teknis untuk penuhi standar ekspor tambahan, termasuk higienitas dan keberlanjutan. Pelatihan pengemasan, penelusuran asal produk, dan manajemen rantai dingin akan digelar bulan depan.
Respons dari Arab Saudi
Pihak otoritas haji Arab Saudi dikabarkan sudah memberi lampu hijau bagi produk perikanan Indonesia yang memenuhi syarat ketat kehalalan dan keamanan pangan. Sertifikasi halal produk ikan dari Baubau sudah terbit tiga bulan lalu dan diaudit ulang oleh lembaga.
"Kami menyambut baik terobosan ini. Diversifikasi protein jamaah akan sangat terbantu," ujar seorang humas Katering Haji Saudi yang enggan disebut namanya.
UPDATE: Tim teknis Kemenhaj dan KKP akan bertemu di Jakarta pekan depan untuk finalisasi perjanjian distribusi. Sementara itu, DPRD Baubau sudah menyiapkan dana pendamping untuk pelaku usaha perikanan skala kecil agar tidak ketinggalan.
Comments (0)