JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto baru saja menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Agenda utama: merancang peta jalan pendidikan tinggi yang lebih tajam dan berdaya saing global.
Rapat yang berlangsung di Istana Merdeka ini dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat. Langkah cepat ini menandai komitmen pemerintah untuk mentransformasi sektor pendidikan sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.
Sorotan Kebijakan
Dalam ratas tertutup tersebut, Presiden menyoroti ketimpangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. “Kita harus berani melakukan lompatan. Tidak bisa lagi kampus hanya mencetak sarjana, tanpa kepastian kerja,” ujar sumber yang hadir dalam rapat.
- Reformasi Kurikulum: Perguruan tinggi akan didorong mengadopsi kurikulum berbasis proyek dan magang industri.
- Dana Abadi Penelitian: Pemerintah akan mengucurkan dana abadi penelitian tambahan hingga Rp8 triliun untuk 2026.
- Kampus Merdeka 2.0: Program Kampus Merdeka diperluas, mencakup lebih banyak mahasiswa dan melibatkan BUMN sebagai mitra utama.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang turut hadir dilaporkan akan segera mengeluarkan regulasi payung dalam dua pekan ke depan. “Kami tidak mau bertele-tele. Presiden minta eksekusi cepat,” ujarnya usai rapat.
Sinyal kuat juga dikirim ke rektor seluruh Indonesia. Presiden meminta agar alokasi anggaran kampus difokuskan pada laboratorium, riset terapan, dan hilirisasi. Pendekatan ini diyakini akan menekan angka pengangguran sarjana yang masih tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, tim komunikasi kepresidenan belum memberikan keterangan resmi. Namun, sejumlah analis pendidikan menyambut positif arah kebijakan ini. “Ini momentum. Ratas membuktikan presiden serius,” kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia.
Satu hal yang menjadi catatan: implementasi di lapangan. Banyak kebijakan bagus gugur di tataran birokrasi kampus. Oleh karena itu, pengawasan ketat dari kementerian akan menjadi kunci keberhasilan transformasi ini.
Informasi yang dihimpun Beritatercepat menyebutkan, rapat juga membahas rencana pengiriman 10.000 mahasiswa ke luar negeri untuk program double degree di bidang sains dan teknologi. Pendanaan akan sepenuhnya ditanggung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Rapat terbatas ini berlangsung selama hampir tiga jam. Para menteri diminta menyampaikan rencana aksi 100 hari dengan target terukur. Presiden, kata sumber, memberi tenggat waktu yang ketat untuk eksekusi.
Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan wajah pendidikan tinggi Indonesia. Pantau terus Beritatercepat untuk update eksklusif mengenai kebijakan strategis Presiden Prabowo.
Comments (0)