Pramono Kasih Bocoran Tarif Tiket LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai
Pemerintah akhirnya memberikan kepastian mengenai tarif yang akan dikenakan untuk layanan LRT Jakarta koridor Kelapa Gading-Manggarai. Menteri Perhubungan (Menhub) Pramono Anung memberikan bocoran bahwa tarif tersebut akan lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi massal lainnya seperti MRT atau KRL Commuter Line.
"Kami akan menetapkan tarif yang bersaing dan terjangkau bagi masyarakat. Tarif LRT Jakarta ini diharapkan dapat menjadi pilihan utama bagi warga Jakarta untuk beraktivitas, terutama bagi mereka yang sering bepergian antara Kelapa Gading dan Manggarai," ujar Pramono Anung dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (15/11/2023).
Rencana Tarif dan Faktor Penentu
Menurut Pramono, rencana tarif untuk LRT Jakarta koridor Kelapa Gading-Manggarai berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per perjalanan. Rentang harga ini akan disesuaikan dengan jarak tempuh penumpang. Tarif ini terbilang lebih murah dibandingkan tarif MRT Jakarta yang berkisar Rp15.000-Rp35.000 per perjalanan.
"Kami mempertimbangkan beberapa faktor dalam menetapkan tarif ini. Pertama, agar LRT dapat diakses oleh kalangan menengah ke bawah. Kedua, agar tarif tersebut dapat menutup biaya operasional dan pemeliharaan secara berkala," jelas Pramono.
Dirut PT MRT Jakarta, William Sabandar, menambahkan bahwa pihaknya sedang menyelesaikan studi kelayakan operasional untuk menentukan tarif optimal. "Kami sedang melakukan perhitungan yang matang agar tarif yang ditetapkan tidak terlalu mahal bagi pengguna namun masih dapat menutupi biaya operasional," ujar William.
Infrastruktur dan Fasilitas LRT Jakarta
LRT Jakarta yang menghubungkan Kelapa Gading dengan Manggarai ini merupakan proyek strategis pemerintah dalam mengurangi kemacetan di Ibu Kota. Proyek ini dibangun dengan panjang total 15,7 kilometer dengan 14 stasiun yang tersebar sepanjang rute.
Stasiun-stasiun yang akan beroperasi antara lain: Kelapa Gading, Pademangan, Ancol, Kampung Bandan, Mangga Dua, Kemayoran, Jakarta Kota, Harmoni, Sarinah, Bundaran HI, Setiabudi, Kuningan, Kebayoran Lama, dan Manggarai.
"Setiap stasiun akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kenyamanan penumpang. Mulai dari eskalator, lift, toilet, hingga area parkir yang memadai," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.
Dampak terhadap Mobilitas Warga Jakarta
Diharapkan, dengan beroperasinya LRT Jakarta koridor ini, mobilitas w Jakarta akan semakin mudah dan efisien. Warga di wilayah utara Jakarta seperti Kelapa Gading, Pademangan, dan Ancol akan lebih mudah mengakses pusat kota seperti Sudirman-Thamrin dan Kuningan.
"LRT ini akan menjadi tulang punggung transportasi massal di Jakarta. Dengan tarif yang terjangkau, kami yakin masyarakat akan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan," ujar Syafrin.
Wali Kota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, menyambut baik rencana tarif LRT yang terjangkau. "Ini akan sangat membantu warga Jakarta Utara dalam beraktivitas. Selain itu, LRT juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridornya," ujar Heru.
Tanggal Operasi dan Persiapan
Saat ini, LRT Jakarta koridor Kelapa Gading-Manggarai telah mencapai 90% tingkat penyelesaian konstruksi. Pihak terkata menargetkan operasi perdana akan dilaksanakan pada Maret 2024.
PT MRT Jakarta juga telah memulai rekrutmen calon pegawai yang akan menangani operasional LRT. "Kami mencari calon pegawai yang memiliki kompetensi dan dedikasi tinggi dalam memberikan layanan terbaik bagi penumpang," tambah William.
Tantangan dan Harapan
Meski demikian, implementasi LRT Jakarta ini tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah soal integrasi dengan moda transportasi umum lainnya seperti TransJakarta, KRL Commuter Line, dan MRT.
Sementara itu, Pramono menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas transportasi massal di Jakarta. "LRT Jakarta ini hanya awal. Kami berencana untuk mengembangkan jaringan LRT ke koridor lainnya di masa depan," pungkas Pramono.
Comments (0)