Prajogo Pangestu Merambah Listrik Sampah Proyek Danantara

Konglomerat Prajogo Pangestu kembali mempertegas langkah diversifikasi bisnisnya. Setelah menguasai sektor petrokimia melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (

Jul 14, 2026 - 17:00
0 0
Prajogo Pangestu Merambah Listrik Sampah Proyek Danantara

Konglomerat Prajogo Pangestu kembali mempertegas langkah diversifikasi bisnisnya. Setelah menguasai sektor petrokimia melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), kini ia menyasar pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah atau waste-to-energy (WtE). TPIA menjadi salah satu emiten yang dikabarkan ikut dalam konsorsium penggarapan proyek WtE Danantara, sebuah inisiatif strategis yang digadang-gadang mampu mengubah wajah pengelolaan sampah kota menjadi energi bersih.

Proyek Danantara: Dari Sampah Jadi Listrik

Proyek Danantara merupakan bagian dari program nasional percepatan infrastruktur persampahan yang digulirkan pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Kementerian PUPR. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah ribuan ton sampah perkotaan per hari menjadi listrik berkapasitas sekitar 15–25 megawatt. Rencana investasi mencapai Rp 2,5 triliun dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Chandra Asri, melalui TPIA, digadang menjadi salah satu mitra industri yang akan menyuplai teknologi pirolisis dan pengelolaan limbah plastik—selaras dengan portofolio bisnis petrokimianya.

Menurut sumber dekat proyek, konsorsium saat ini tengah menyelesaikan tahap uji tuntas dan pembiayaan. "Kehadiran grup Prajogo menambah bobot investor. Mereka membawa pengalaman panjang di pengolahan hidrokarbon yang sangat relevan untuk konversi sampah menjadi energi," ujar seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.

"TPIA akan berperan sebagai penyedia teknologi dan offtaker bahan baku refuse-derived fuel (RDF) yang dihasilkan dari proses WtE. Ini sinergi yang cantik antara bisnis petrokimia dan energi baru terbarukan."

Langkah Strategis Diversifikasi

Masuk ke sektor WtE bukanlah langkah dadakan. Sebelumnya, Prajogo telah merambah energi terbarukan melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang mengakuisisi tambang batu bara metafora dan mulai melirik hidrogen biru. Dengan TPIA, ekspansi ke WtE memperkuat pijakan grup di ekonomi sirkular. Data dari Kementerian ESDM menunjukkan potensi listrik dari sampah di Indonesia mencapai 2.066 MW, namun kapasitas terpasang saat ini baru 86,5 MW—sebuah celah yang langsung diendus oleh taipan pemilik Barito Pacific itu.

Senior analis investasi Pefindo, Ahmad Zaki, menilai langkah ini mampu mendongkrak fundamental TPIA dalam jangka panjang. "Selama ini pendapatan CPO dan petrokimia masih dominan. Dengan masuk ke WtE, TPIA membuka recurring income dari penjualan listrik sekaligus mengurangi beban lingkungan," kata Zaki. Ia menambahkan valuasi saham TPIA saat ini masih terdiskon karena sentimen global, sehingga proyek Danantara dapat menjadi katalis positif.

Adapun sejumlah poin kunci yang memperkuat keikutsertaan TPIA:

  • Kompetensi teknis: TPIA mengoperasikan kompleks petrokimia terintegrasi di Cilegon dengan kapasitas produksi 4,2 juta ton per tahun, termasuk naphtha cracker yang bisa diadaptasi untuk RDF.
  • Dukungan finansial: Grup Barito memiliki hubungan kuat dengan perbankan dan pasar modal, mempermudah sindikasi pinjaman proyek.
  • Sustainability: Keterlibatan ini mendongkrak skor ESG Chandra Asri yang tengah berupaya menekan emisi karbon 30% pada 2030.
  • Sinergi off-taker: RDF yang tidak terpakai oleh pembangkit dapat dijadikan bahan baku steam cracker TPIA, menggantikan sebagian naphtha impor.

Tantangan dan Harapan

Meski prospek cerah, proyek WtE kerap terganjal masalah teknis seperti karakteristik sampah yang basah, biaya operasi tinggi, dan kebutuhan tipping fee yang memadai. Namun, dengan bergabungnya konglomerasi sebesar Prajogo, ekspektasi pasar terhadap realisasi proyek Danantara semakin tinggi. "Kami optimistis konstruksi bisa dimulai kuartal pertama 2027, mengingat investor sudah solid," pungkas sumber tersebut.

Jika terlaksana, proyek ini akan menjadi batu loncatan TPIA untuk berekspansi ke bisnis infrastruktur energi bersih, sekaligus memperkokoh posisi Prajogo Pangestu sebagai salah satu pemain utama ekonomi sirkular nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User