Prabowo Tinjau Inovasi BRIN, Fokus Ketahanan Pangan dan Energi
BARU SAJA — Presiden Prabowo Subianto menunjukkan antusiasme tinggi saat mencermati perkembangan teknologi dan hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan. Kunjungan m...
BARU SAJA — Presiden Prabowo Subianto menunjukkan antusiasme tinggi saat mencermati perkembangan teknologi dan hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan. Kunjungan mendadak ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius menggarap program prioritas nasional, terutama di sektor ketahanan pangan dan energi.
Dalam kunjungan yang berlangsung beberapa menit lalu, Prabowo secara langsung berinteraksi dengan para peneliti BRIN. Ia tidak hanya melihat-lihat stan pameran, tetapi juga menggali detail teknis dari berbagai inovasi yang dipamerkan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen nyata kepala negara terhadap riset dan teknologi dalam negeri.
Fokus Utama: Ketahanan Pangan dan Energi
Pameran riset yang digelar di lingkungan Istana ini menampilkan sejumlah inovasi unggulan BRIN. Beberapa di antaranya dirancang khusus untuk mendukung program prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan dan kemandirian energi. Presiden terlihat serius memeriksa prototipe alat dan mendengarkan penjelasan para ilmuwan.
- Inovasi pangan: Teknologi pertanian presisi dan benih unggul untuk meningkatkan produktivitas.
- Inovasi energi: Pengembangan bioenergi dan panel surya berbiaya rendah untuk daerah terpencil.
- Riset terapan: Solusi langsung untuk kebutuhan masyarakat, bukan sekadar penelitian akademis.
Prabowo menekankan bahwa riset harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Ia meminta BRIN untuk mempercepat hilirisasi produk riset agar bisa segera digunakan di lapangan. "Kita tidak bisa lagi bergantung pada teknologi asing," tegasnya dalam percakapan dengan para peneliti.
Antusiasme Presiden Terhadap Inovasi Lokal
Sejumlah saksi mata di lokasi melaporkan bahwa Presiden tampak sangat antusias. Ia tidak ragu bertanya detail tentang mekanisme kerja alat-alat yang dipamerkan. Bahkan, untuk beberapa inovasi, Prabowo meminta demonstrasi langsung di tempat.
"Ini yang kita butuhkan. Teknologi yang lahir dari anak bangsa sendiri," ujar Prabowo di sela-sela kunjungan. Pernyataan ini disambut positif oleh para ilmuwan BRIN yang merasa karyanya diapresiasi.
Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian riset nasional. BRIN sendiri telah menghasilkan ratusan paten dalam lima tahun terakhir, namun baru sebagian kecil yang masuk ke tahap produksi massal. Presiden meminta agar birokrasi tidak menjadi penghambat.
Langkah Lanjutan dan Target Pemerintah
Dalam waktu dekat, pemerintah akan membentuk tim khusus untuk mengawal hilirisasi produk riset BRIN. Tim ini akan melibatkan kementerian terkait, pelaku industri, dan lembaga pembiayaan. Targetnya, dalam dua tahun ke depan, minimal 20 persen hasil riset BRIN sudah diterapkan di sektor riil.
- Percepatan perizinan: Proses paten dan komersialisasi dipangkas hingga 50 persen.
- Kemitraan industri: BRIN akan dijembatani dengan BUMN dan swasta untuk produksi massal.
- Anggaran riset: Pemerintah berkomitmen menaikkan alokasi riset hingga 1,5 persen dari PDB.
Para pengamat menilai langkah Prabowo ini sangat strategis. Di tengah krisis pangan global dan transisi energi, Indonesia harus mandiri. Teknologi lokal adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat daya saing nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana mengenai rencana tindak lanjut kunjungan tersebut. Namun, sinyal dari Presiden sudah jelas: riset dan inovasi tidak boleh lagi berjalan di tempat. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan segera.
Comments (0)