Sep 18, 2026
Nasional

Prabowo Kerahkan 11 Kapal TNI AL Cari Jurnalis Hilang di Krakatau

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara langsung menginstruksikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk m

Prabowo Kerahkan 11 Kapal TNI AL Cari Jurnalis Hilang di Krakatau

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara langsung menginstruksikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk menggelar operasi pencarian dan pertolongan (SAR) skala besar. Perintah ini dikeluarkan menyusul insiden hilangnya lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan putus kontak saat melaksanakan tugas peliputan di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Merespons instruksi tegas Kepala Negara, TNI Angkatan Laut langsung mengerahkan sedikitnya 11 kapal perang dan armada patroli menuju titik koordinat terakhir hilangnya kapal motor yang ditumpangi rombongan tersebut. Operasi darurat ini ditujukan untuk memaksimalkan penyisiran di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan perairan Banten dan Lampung.

Kronologi Insiden Hilang Kontak

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi, rombongan pewarta bersama awak kapal memulai perjalanan dari dermaga pesisir barat Banten untuk mendokumentasikan aktivitas vulkanik terkini di sekitar kawasan cagar alam Gunung Anak Krakatau. Namun, cuaca buruk mendadak menyelimuti jalur pelayaran.

  1. Pukul 06.30 WIB: Rombongan jurnalis bersama tiga anak buah kapal (ABK) bertolak menuju perairan gugusan Krakatau menggunakan kapal motor nelayan bertonase menengah.
  2. Pukul 11.45 WIB: Kontak radio dan sinyal telekomunikasi terakhir diterima oleh stasiun koordinasi darat sebelum badai hujan deras serta gelombang tinggi menerjang perairan.
  3. Pukul 15.00 WIB: Pihak keluarga dan kantor media melaporkan bahwa rombongan tidak kunjung tiba di dermaga transit sesuai jadwal serta tidak dapat dihubungi.
  4. Pukul 18.00 WIB: Laporan resmi eskalasi darurat diteruskan kepada pimpinan TNI AL dan Presiden Republik Indonesia.

Operasi SAR Gabungan Skala Penuh

Pengerahan 11 unsur kapal TNI Angkatan Laut meliputi kapal jenis korvet, kapal patroli cepat (PC), serta unit kapal patroli pangkalan (KAL). Pihak militer juga menyiagakan helikopter pengintai maritim serta tim penyelam spesialis tempur dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska).

"Presiden menginstruksikan seluruh potensi dan sumber daya pencarian dikerahkan secara maksimal. Kami menerjunkan 11 armada kapal serta berkoordinasi terpadu dengan Basarnas dan Polairud untuk menyisir setiap mil laut demi menemukan korban secepat mungkin," tegas Laksamana TNI Muhammad Ali dalam pernyataan resminya.

Fokus utama pencarian terbagi menjadi tiga sektor strategis:

  • Sektor Utara: Penyisiran perairan antara Pulau Sebesi dan Kepulauan Krakatau.
  • Sektor Tengah: Fokus area lingkar kawah aktif Gunung Anak Krakatau hingga perairan Pulau Rakata.
  • Sektor Selatan: Antisipasi hanyutan arus laut ke arah Samudra Hindia dan pesisir selatan Banten.

Tantangan Cuaca dan Status Vulkanik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa tinggi gelombang di perairan Selat Sunda bagian selatan saat ini mencapai 2,5 hingga 4 meter disertai kecepatan angin lebih dari 25 knot. Selain faktor oseanografi, tim gabungan juga harus memperhitungkan zona bahaya radius erupsi vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hingga saat ini, seluruh pangkalan angkatan laut di wilayah Banten dan Lampung disiagakan sebagai posko darurat terpadu guna mempercepat proses evakuasi dan penanganan medis bagi seluruh korban setelah ditemukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User