Prabowo Ingin Hasil Riset BRIN Dikaji dan Diproduksi Massal
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dikaji nilai ekonominya. Kepala Negara ingin inovasi anak bangsa bisa diproduksi secara massal...
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dikaji nilai ekonominya. Kepala Negara ingin inovasi anak bangsa bisa diproduksi secara massal.
Arahan itu diungkapkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia menyebut Prabowo menaruh perhatian serius pada masa depan riset Tanah Air.
Menurut Prasetyo, Presiden tidak ingin hasil penelitian hanya tersimpan di laboratorium. Setiap temuan harus dihitung potensi pasarnya. Setiap inovasi wajib dilihat peluang industrinya.
Riset Tak Boleh Berhenti di Kertas
Prasetyo menegaskan, Prabowo menginginkan hilirisasi riset berjalan nyata. Hasil penelitian BRIN selama ini dinilai kaya akan temuan strategis. Namun sebagian besar belum tersentuh sektor industri.
Pemerintah, kata dia, akan mendorong kajian mendalam terhadap tiap hasil riset. Kajian mencakup kelayakan teknis, kebutuhan pasar, hingga skala produksinya. Semua dipetakan secara sistematis.
Langkah ini sejalan dengan visi kemandirian bangsa. Indonesia dinilai punya sumber daya peneliti mumpuni. Tinggal bagaimana temuan mereka dikawal sampai ke tahap komersial.
Produksi Massal Jadi Target Utama
Mensesneg menyebut produksi massal menjadi kata kunci arahan Presiden. Riset yang terbukti bermanfaat harus bisa dibuat dalam jumlah besar. Tujuannya jelas, manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat.
Prabowo, lanjutnya, memahami banyak negara maju berdiri di atas riset. Produk berbasis penelitian menjadi tulang punggung ekonomi mereka. Indonesia diharapkan menempuh jalan serupa.
Karena itu, kolaborasi BRIN dengan dunia usaha akan diperkuat. Pelaku industri dilibatkan sejak awal proses. Dengan begitu, hasil riset sesuai kebutuhan pasar dan siap diproduksi.
BRIN Gudang Inovasi Nasional
BRIN saat ini menaungi ribuan peneliti dari berbagai bidang. Mulai dari pangan, energi, kesehatan, hingga teknologi dirgantara. Lembaga ini menjadi motor utama riset nasional sejak dibentuk.
Beragam inovasi telah lahir dari tangan para perisetnya. Ada varietas unggul pangan, teknologi tepat guna, hingga purwarupa perangkat strategis. Sebagian sudah dimanfaatkan, sebagian lain menunggu sentuhan industri.
Potensi inilah yang ingin dimaksimalkan Prabowo. Pemerintah menilai riset adalah investasi jangka panjang. Nilai ekonominya bisa berlipat ganda bila dikelola dengan serius.
Hilirisasi Riset Dorong Ekonomi
Kebijakan hilirisasi selama ini identik dengan sumber daya alam. Kini pemerintah memperluas konsep itu ke sektor riset dan inovasi. Temuan ilmiah dipandang sebagai komoditas strategis baru.
Bila riset berhasil diproduksi massal, efeknya berantai. Lapangan kerja baru tercipta. Industri dalam negeri menguat. Ketergantungan pada produk impor bisa ditekan signifikan.
Prasetyo optimistis arahan Presiden akan mempercepat proses tersebut. Kementerian dan lembaga terkait diminta bergerak sinkron. Setiap pihak mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya.
Kemandirian Teknologi Jadi Mimpi Besar
Arahan ini juga menegaskan ambisi besar pemerintah. Indonesia ingin berdiri sejajar dengan negara maju. Kuncinya ada pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selama ini, banyak produk teknologi masih didatangkan dari luar negeri. Padahal kemampuan periset dalam negeri tidak kalah. Dukungan kebijakan menjadi penentu keberhasilan.
Dengan kajian nilai ekonomi yang matang, arah pengembangan riset makin jelas. Prioritas bisa ditetapkan. Anggaran riset pun tersalurkan tepat sasaran.
Menunggu Langkah Tindak Lanjut
Publik kini menanti tindak lanjut arahan tersebut. Kalangan peneliti menyambut positif perhatian istana. Mereka berharap ada dukungan anggaran dan regulasi yang memadai.
Dunia usaha juga diharapkan merespons cepat. Kemitraan riset dan industri menjadi kunci keberhasilan. Tanpa keterlibatan swasta, produksi massal sulit terwujud.
Pemerintah sendiri menegaskan komitmennya. Riset nasional akan terus didorong naik kelas. Dari laboratorium menuju pasar, dari kertas menuju produk nyata.
Comments (0)