Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional ke Zainal Abidin Syah
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Zainal Abidin Syah beserta sembilan tokoh lain pada peringata
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Zainal Abidin Syah beserta sembilan tokoh lain pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2025, di Istana Negara, Jakarta. Penghargaan ini diberikan atas jasa luar biasa Zainal dalam memperjuangkan keutuhan wilayah Irian Barat agar tetap menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Profil Singkat Zainal Abidin Syah
Zainal Abidin Syah lahir di Tidore, Maluku Utara, pada 1925. Ia dikenal sebagai tokoh pemuda, diplomatik, dan pejuang kemerdekaan yang memiliki peran strategis dalam diplomasi rakyat serta perjuangan politik untuk membebaskan Irian Barat dari penjajahan Belanda. Sebelum menerima gelar Pahlawan Nasional, namanya sudah tercatat sebagai salah satu arsitek diplomasi "Operasi Trikora" yang dipimpin Presiden Soekarno.
Peran Kritis di Era Trikora
"Zainal Abidin Syah adalah sosok di balik layar yang jarang terekspos di buku sejarah, namun perannya fundamental dalam memenangkan dukungan internasional untuk kedaulatan Irian Barat,"
kata Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, sejarawan senior Universitas Indonesia, saat dihubungi Beritatercepat.com, Senin (11/11/2025).
Pada periode 1960–1962, Zainal aktif menggelar lobi ke berbagai negara blok non-blok serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia berperan dalam menyusun naskah pidato dan memorandum diplomatik yang disampaikan Soekarno di forum internasional. Upaya ini berhasil mengisolasi Belanda secara diplomatik dan memaksa negosiasi New York Agreement 1962.
Kronologi Perjuangan Irian Barat
- 1949–1950: Bergabung dalam gerakan pemuda Maluku mendukung Republik Indonesia Selatan (RMS) lalu beralih loyal ke NKRI setelah memahami bahaya separatisme.
- 1954: Diutus ke Bandung Conference sebagai observator muda, membangun jaringan diplomatik dengan negara Asia-Afrika.
- 1960: Ditunjuk Soekarno jadi staf khusus Trikora, menangani urusan diplomasi rakyat dan media internasional.
- 1962: Turut menyusun posisi Indonesia di New York Agreement, memastikan Irian Barat diserahkan ke UNTEA lalu ke Indonesia.
- 1969: Jadi saksi kunci di Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) yang mengakhiri status Irian Barat sebagai wilayah Indonesia.
Reaksi Keluarga dan Masyarakat
Anak kesayangan Zainal, Dr. Zainal Abidin Junior, mengakui terharu melihat ayahnya akhirnya mendapat pengakuan negara setelah 63 tahun berlalu. "Kami menunggu momen ini puluhan tahun. Ayah selalu mengajarkan cinta tanah air tanpa pamrih," ujarnya sambil menahan air mata di aula Istana.
Masyarakat Maluku Utara menyambut gembira. Ribuan warga Tidore menggelar doa bersama dan upacara adat “Legu Gam” di halaman Mesjid Sultan Tidore sebagai ungkapan syukur. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menilai penetapan ini memperkuat identitas nasionalisme di wilayah perbatasan.
Makna bagi Generasi Muda
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana memasukkan biografi Zainal ke dalam kurikulum Merdeka fase SMP dan SMA mulai tahun ajaran 2026/2027. Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, menekankan pentingnya narasi pejuang dari Indonesia timur agar sejarah bangsa lebih inklusif.
"Zainal membuktikan diplomasi dan pemikiran kritis bisa mengubah nasib bangsa. Itu pelajaran berharga bagi Gen-Z," tutup Hilmar.
Comments (0)