Prabowo Akui Banyak Menteri Jatuh Sakit Akibat Beban Kerja
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto akhirnya membuka tabir kelam di balik laju roda pemerintahannya. Sejumlah pejabat tinggi kabinet dikonfirmasi masuk rumah sakit bukan karena penyakit kronis, mela...
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto akhirnya membuka tabir kelam di balik laju roda pemerintahannya. Sejumlah pejabat tinggi kabinet dikonfirmasi masuk rumah sakit bukan karena penyakit kronis, melainkan akibat ambruk kelelahan. Beban kerja ekstrem dalam mengejar visi besar negara membuat banyak pembantunya tumbang.
Target ambisius pemerintah memang memaksa ritme kerja di lingkar istana dipacu sangat tinggi. Rapat maraton, pengambilan keputusan cepat, dan kunjungan lapangan tanpa jeda menjadi rutinitas harian. Situasi ini lambat laun menggerus ketahanan fisik para menteri dan pejabat eselon satu.
Korban Kerja Keras
Presiden Prabowo tidak membeberkan detail nama pejabat yang dirawat. Namun ia mengisyaratkan jumlahnya tidak sedikit. Informasi yang dihimpun menyebut para pejabat itu tumbang setelah menyelesaikan serangkaian rapat evaluasi yang berlangsung hingga dini hari.
- Beberapa menteri dilaporkan mengalami kelelahan akut hingga dehidrasi berat.
- Rapat strategis di Istana seringkali molor hingga subuh tanpa jeda istirahat panjang.
- Ambisi swasembada pangan dan energi menjadi salah satu pemicu jam kerja tanpa batas.
“Saya tidak mau mendengar alasan. Kerja kita belum selesai. Tapi saya prihatin jajaran banyak yang sakit,” tegas Prabowo dalam forum internal. Ia menyebut mereka bukan korban korupsi, melainkan korban loyalitas dan kerja keras.“Mereka dikorbankan oleh ritme kerja yang kita ciptakan sendiri.”
Kekhawatiran langsung merambat ke jajaran keluarga para pejabat. Dinding-dinding rumah sakit tempat para pembantu presiden dirawat kini dijaga ketat. Aparat keamanan meminta pihak rumah sakit menjaga privasi pasien, sembari memastikan proses pemulihan berjalan tanpa gangguan politik.
Instruksi Prabowo
Di tengah keprihatinan, Prabowo tetap menolak memperlambat laju kinerja. Namun ia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menjaga asupan gizi dan menyempatkan diri berolahraga ringan di tengah padatnya agenda. Jajaran Sekretariat Kabinet pun kini menyusun ulang jadwal untuk memberikan sedikit celah pemulihan bagi para pejabat yang baru keluar dari rumah sakit.
Jatuhnya para pejabat ini menjadi alarm bahaya bagi birokrasi. Publik berharap pemerintahan tidak hanya keras dalam bekerja, tetapi juga cerdas dalam membaca batas kemampuan fisik manusianya.
Comments (0)