Aug 28, 2026
breaking

PPKM Dicabut, Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 11 Juta Orang

BARU SAJA terkonfirmasi: jumlah pengguna KRL Commuterline Jabodetabek menembus 11 juta orang pada pekan ketiga Januari 2023. Lonjakan ini terjadi tak lama setelah pemerintah mencabut PPKM.Angka itu me...

PPKM Dicabut, Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 11 Juta Orang

BARU SAJA terkonfirmasi: jumlah pengguna KRL Commuterline Jabodetabek menembus 11 juta orang pada pekan ketiga Januari 2023. Lonjakan ini terjadi tak lama setelah pemerintah mencabut PPKM.

Angka itu menjadi bukti nyata mobilitas warga kembali pulih. Setelah lebih dari dua tahun dibatasi pandemi, masyarakat mulai berani beraktivitas seperti sedia kala.

11 Juta Penumpang Terhimpun dalam Tiga Pekan

Total 11 juta penumpang terhimpun hanya dalam kurun tiga pekan pertama tahun ini. Angka tersebut dirangkum dari seluruh koridor perjalanan commuter line di wilayah Jabodetabek.

Direksi pengelola menyebutkan tren kenaikan mulai terasa sejak awal Januari. Arus penumpang meningkat hampir setiap pekan tanpa jeda.

Kenaikan itu berlangsung konsisten dan tanpa hambatan berarti. Sepanjang bulan ini, hampir setiap hari kerja mencatat volume penumpang di atas rata-rata bulan sebelumnya.

  • 11 juta total penumpang hingga pekan ketiga Januari 2023
  • Pencabutan PPKM menjadi pemicu utama meningkatnya mobilitas
  • Stasiun Tanah Abang tercatat sebagai salah satu titik terpadat
  • Kantor, sekolah, dan pusat perbelanjaan kembali beroperasi penuh

Peron Stasiun Kembali Dipadati Penumpang

Pantauan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/1/2023), memperlihatkan peron dipadati calon penumpang. Mereka menunggu kedatangan kereta di tengah suasana yang kembali ramai.

Di dalam gerbong, penumpang berdesakan seperti masa normal. Beberapa di antaranya tampak berdiri karena seluruh kursi telah terisi.

Saksi mata menyebut kepadatan paling parah terjadi pada jam berangkat dan jam pulang kerja. Ratusan orang mengantre di pintu masuk stasiun demi mendapatkan kereta.

Pencabutan PPKM Menjadi Titik Balik

Pemerintah mencabut PPKM menyusul melandainya kasus Covid-19. Kebijakan itu langsung mengubah pola pergerakan warga secara signifikan.

Kantor-kantor mulai menerapkan kerja dari kantor penuh. Sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka tanpa batasan jarak.

Pusat perbelanjaan dan tempat wisata pun kembali ramai pengunjung. Semua aktivitas itu mendorong warga kembali bergantung pada kereta commuter line.

Kebijakan tersebut sekaligus menghapus aturan pembatasan kapasitas. Kereta yang sebelumnya dibatasi jumlah penumpangnya kini dapat beroperasi dengan kapasitas penuh.

KRL Jadi Pilihan Utama Warga

Kereta commuter line dinilai menjadi moda paling efisien bagi warga Jabodetabek. Biaya perjalanan relatif terjangkau dan waktu tempuh lebih bisa diprediksi.

Dibanding kendaraan pribadi, pengguna KRL tidak perlu menghadapi kemacetan. Mereka juga menghemat pengeluaran bahan bakar dan parkir.

Faktor-faktor itulah yang membuat kereta tetap menjadi tulang punggung transportasi publik. Kenaikan penumpang sejalan dengan semakin pulihnya kepercayaan masyarakat.

Dari pantauan di lapangan, mayoritas penumpang mengaku memilih kereta demi menghindari macet. Sebagian besar baru kembali naik KRL setelah aturan pembatasan dicabut.

Antisipasi Kepadatan Menjadi Pekerjaan Rumah

Peningkatan jumlah penumpang menuntut kesiapan operasional yang lebih besar. Pengelola dituntut menambah frekuensi perjalanan terutama di jam sibuk.

Kepadatan di peron dan gerbong harus segera dikelola. Bila tidak, kenyamanan dan keamanan penumpang bisa terganggu.

Pengelola juga perlu memperhatikan kelancaran arus di stasiun-stasiun besar. Stasiun Tanah Abang menjadi salah satu titik yang paling perlu mendapat perhatian.

Proyeksi Pemulihan Belum Usai

Meski 11 juta penumpang telah tercapai, angka ini dinilai belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi. Ruang pertumbuhan masih terbuka lebar.

Para pengamat memproyeksikan tren kenaikan akan berlanjut sepanjang tahun. Pemulihan ekonomi yang semakin kuat akan menopang permintaan transportasi.

Perkembangan ini menjadi kabar baik bagi pemulihan sektor transportasi. Namun kewaspadaan tetap diperlukan agar lonjakan tidak berubah menjadi kekacauan.

UPDATE: Pengelola memastikan layanan tetap berjalan normal. Seluruh rangkaian kereta dioperasikan sesuai jadwal guna mengakomodasi lonjakan penumpang.

Masyarakat diimbau tetap disiplin meski aturan telah longgar. Memakai masker di kereta tetap disarankan untuk melindungi sesama penumpang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User