Aug 27, 2026
breaking

Polisi Periksa 11 Saksi Kematian Satpam Waduk Jatiluhur

PURWAKARTA, KOMPAS.com — Penyelidikan kematian Sumarna (45), petugas keamanan Waduk Jatiluhur, terus bergulir. Jasadnya ditemukan mengapung di perairan waduk dengan kondisi mengenaskan: kedua pergel...

Polisi Periksa 11 Saksi Kematian Satpam Waduk Jatiluhur

PURWAKARTA, KOMPAS.com — Penyelidikan kematian Sumarna (45), petugas keamanan Waduk Jatiluhur, terus bergulir. Jasadnya ditemukan mengapung di perairan waduk dengan kondisi mengenaskan: kedua pergelangan tangan diborgol rapat. Hingga Minggu sore, tim penyidik Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa 11 orang saksi guna mengurai kronologi peristiwa yang diduga kuat sebagai tindak pidana.

"Kami masih mendalami keterangan para saksi. Mereka berasal dari rekan kerja korban, warga sekitar, dan pihak yang pertama kali menemukan jasad," ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Iwan Gunawan, saat dikonfirmasi. Pihaknya belum menetapkan tersangka, namun hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan pembunuhan berencana.

Kronologi Penemuan Jasad

Penemuan bermula saat seorang nelayan setempat, Dedi (52), melihat benda mencurigakan terapung di dekat pintu air pada Sabtu pagi. Setelah didekati, benda itu ternyata sesosok manusia dalam posisi tengkurap. Saat jasad diangkat, petugas kepolisian menemukan borgol logam mengikat erat pergelangan tangan korban. Tidak ditemukan identitas, namun sidik jari kemudian mengonfirmasi identitas Sumarna, yang tercatat bertugas di pos keamanan waduk.

Tim forensik yang melakukan autopsi di RSUD Bayu Asih menyebutkan ada indikasi kekerasan di area kepala dan leher. "Luka lebam di leher mengarah pada tekanan benda tumpul. Kami juga menemukan air tidak masuk ke paru-paru, yang artinya korban sudah meninggal sebelum masuk ke air," papar dr. Ratna Sari, dokter forensik yang menangani jenazah.

Fakta Kunci yang Disorot Penyidik

  • 11 saksi diperiksa: Lima rekan kerja, empat warga, dan dua petugas keamanan lain yang bertugas malam itu.
  • Kondisi tangan terborgol: Borgol diduga bukan milik korban, melainkan jenis borgol sipil yang dijual bebas.
  • Tidak ada barang berharga hilang: Dompet dan ponsel korban masih ditemukan di pos jaga.
  • Rekaman CCTV rusak: Kamera di area waduk tidak berfungsi sejak tiga hari sebelumnya.
  • Korban diduga terakhir terlihat: Jumat malam pukul 22.00 WIB, seorang saksi melihat Sumarna berbincang dengan dua orang tak dikenal.

Langkah Kepolisian Selanjutnya

Polisi terus mengumpulkan bukti digital dan memeriksa rekaman ponsel korban. Analisis call detail record (CDR) juga dilakukan untuk melacak komunikasi terakhir. "Kami akan gelar perkara internal dalam dua hari ke depan untuk menentukan status hukum perkara ini," tegas Kasat Reskrim.

Pihak keluarga korban, yang diwakili istri korban, mengaku terpukul. "Suami saya tidak punya musuh. Dia orang baik," kata Tuti (40), sambil menangis di Mapolres Purwakarta. Keluarga berharap polisi segera mengungkap pelaku dan memberikan hukuman setimpal.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena berlatar kawasan wisata Waduk Jatiluhur yang ramai dikunjungi. Penjagaan di sekitar waduk pun diperketat sementara penyelidikan berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User