Polisi Angkut Bukti Krusial dari Klinik Mordent ke Labfor

JAKARTA SELATAN — Derap langkah penyidik membelah keheningan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, pagi tadi. Sejumlah kantong bukti berlabel merah dijinjing keluar. Langkah tegas ini menandai eskalasi pe...

Jul 27, 2026 - 21:58
0 0
Polisi Angkut Bukti Krusial dari Klinik Mordent ke Labfor

JAKARTA SELATAN — Derap langkah penyidik membelah keheningan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, pagi tadi. Sejumlah kantong bukti berlabel merah dijinjing keluar. Langkah tegas ini menandai eskalasi penyelidikan kematian Sutrimo yang masih diselimuti kabut teka-teki.

Olah TKP Berlangsung Ketat

Selama berjam-jam, tim Inafis dan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menyisir setiap sudut klinik. Area praktik, ruang obat, hingga tempat penyimpanan alat medis tak luput dari pemeriksaan. Garis batas kuning membentang di depan pintu masuk. Tidak satu pun pihak boleh mendekat tanpa izin penyidik.

Menurut informasi yang dihimpun, sedikitnya empat jenis barang bukti utama disita. Di antaranya adalah dokumen rekam medis lengkap milik korban, sejumlah ampul dan vial obat yang diduga digunakan dalam penanganan terakhir, alat suntik dan infus, serta sampel sidik jari dan material biologis dari beberapa permukaan kritis. Seluruh barang bukti itu langsung dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya untuk diuji toksikologi, DNA, dan balistik ringan.

Klinik Disegel Sementara

Sementara itu, aktivitas di Klinik Mordent dihentikan total. Papan pemberitahuan resmi dari kepolisian terpasang di kaca depan. “Kami masih memerlukan akses eksklusif ke TKP untuk memastikan tidak ada kontaminasi atau bukti yang terlewat,” ujar seorang perwira yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan, sejumlah peralatan medis yang berpotensi menjadi kunci rekonstruksi turut diamankan.

Penyegelan ini diperkirakan berlangsung hingga hasil Labfor keluar dan gelar perkara selesai digelar. Polisi tidak ingin kehilangan jejak sekecil apa pun yang bisa mengarah pada sebab pasti kematian Sutrimo—apakah murni malapraktik, kelalaian, atau ada unsur pidana lain yang lebih serius.

Kronologi dan Kejanggalan

Kematian Sutrimo sebelumnya dilaporkan mendadak setelah ia menjalani prosedur medis di klinik tersebut. Pihak keluarga mencium sejumlah kejanggalan dalam penanganan yang diberikan, sehingga melaporkan ke polisi. Sejak laporan itu masuk, penyidik bergerak cepat meminta keterangan saksi, termasuk tenaga medis yang bertugas kala itu.

Beberapa saksi mata di lokasi mengaku melihat korban dalam kondisi stabil sebelum akhirnya drop dan tidak tertolong. Dugaan adanya reaksi obat atau kesalahan dosis menjadi salah satu hipotesa yang kini tengah diuji di laboratorium. “Kami akan umumkan hasilnya begitu uji forensik rampung. Saat ini semua masih dalam tahap pendalaman,” tutup sumber di lingkungan penyidik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User