JAKARTA — PT PLN (Persero) mempertegas komitmennya dalam mendukung akselerasi transisi energi bersih di kawasan perairan nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyediaan fasilitas Onshore Power Supply (OPS) di berbagai pelabuhan utama di seluruh Indonesia guna menekan emisi gas rumah kaca dari kapal yang sedang bersandar.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa sektor maritim memiliki peran vital dalam peta jalan dekarbonisasi nasional. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia bergantung pada aktivitas pelayaran yang selama ini mengonsumsi bahan bakar fosil dalam jumlah sangat besar, bahkan saat kapal sedang berhenti di dermaga.
Tahapan Implementasi Onshore Power Supply di Pelabuhan
Untuk menghentikan ketergantungan kapal pada generator bermesin diesel saat berlabuh, PLN merancang skema penyedia listrik darat secara terstruktur. Berikut adalah tahapan eksekusi program OPS yang sedang dan akan terus diperluas oleh PLN:
- Pemetaan Potensi Kebutuhan Daya: PLN bekerja sama dengan pengelola pelabuhan melakukan pemetaan terhadap titik-titik dermaga dengan lalu lintas kapal tertinggi.
- Pembangunan Infrastruktur Gardu Listrik: Pembangunan anjungan listrik mandiri dan fasilitas koneksi khusus berdaya tinggi di tepi dermaga.
- Integrasi Listrik Berbasis EBT: Menghubungkan jaringan listrik pelabuhan dengan pasokan energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki PLN.
- Standardisasi Sambungan Konektor: Menyediakan sistem penyambungan listrik darat ke kapal yang sesuai dengan standar keselamatan internasional.
Analisis Dampak Lingkungan dan Efisiensi Biaya
Penerapan teknologi OPS menggantikan penggunaan generator kapal (auxiliary engine) yang umumnya mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis HFO atau Solar. Pengalihan dari energi fosil ke listrik jaringan PLN memberikan efisiensi yang signifikan dari sisi operasional dan emisi.
| Indikator Operasional | Generator Kapal (BBM Fosil) | Onshore Power Supply (PLN) |
|---|---|---|
| Sumber Energi Utama | Minyak Solar / HFO | Listrik Terintegrasi PLN |
| Emisi Gas Buang (CO2) | Tinggi & Mengotori Udara Pelabuhan | Turun Hingga 40% |
| Efisiensi Biaya Energi | Tergantung Harga Minyak Dunia | Hemat Hingga 30% |
| Tingkat Kebisingan | Bising (Suara Mesin Diesel) | Sangat Rendah (Tanpa Suara) |
Pakar efisiensi energi maritim menilai langkah ini sangat krusial bagi pelabuhan modern. "Inovasi Onshore Power Supply menjadi game changer untuk menurunkan emisi di area pelabuhan secara signifikan, sekaligus menekan biaya operasional logistik nasional secara berkelanjutan," ungkap analis maritim tersebut.
Komitmen PLN Menuju Target Net Zero Emission 2060
Hingga saat ini, PLN telah berhasil memasang puluhan titik OPS di pelabuhan strategis seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, hingga Pelabuhan Makassar. Targetnya, instalasi daya listrik darat ini akan melonjak hingga lebih dari 100 Megawatt (MW) dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.
"Kami tidak hanya sekadar menjual listrik, tetapi memfasilitasi pergeseran ekosistem menuju energi hijau. Sektor maritim yang bersih akan mempercepat langkah Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060," tegas Darmawan Prasodjo.
Melalui perluasan teknologi OPS ini, PLN optimistis dapat memperkuat daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat global, menjadikannya pelabuhan berstandar hijau (green port) yang ramah lingkungan dan efisien secara ekonomi.
Comments (0)