Badan wasit profesional Inggris, Professional Game Match Officials Limited (Pro Ref / PGMOL), secara resmi mengakui adanya kelalaian fatal dalam pengoperasian Video Assistant Referee (VAR) yang mengesahkan gol kemenangan Erling Haaland saat Manchester City menundukkan Manchester United. Bersamaan dengan pengakuan tersebut, otoritas perwasitan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada kubu Setan Merah atas kerugian yang ditimbulkan dalam laga bergengsi di Stadion Old Trafford.
Kekalahan tipis 0-1 yang diderita Manchester United memicu gelombang protes keras dari suporter maupun staf kepelatihan tuan rumah. Gol tunggal yang dicetak Haaland pada babak kedua terbukti lahir dari situasi yang sarat pelanggaran aturan offside, namun sistem peninjauan video gagal mengidentifikasi gangguan pemain lawan terhadap bek United.
Kronologi Insiden Gol Menit ke-60
Pertandingan bertajuk Derby Manchester yang berlangsung sengit semula berjalan imbang tanpa gol hingga memasuki satu jam laga. Petaka bagi tuan rumah bermula dari skema serangan terstruktur yang dilancarkan The Citizens dari sisi sayap:
- Menit ke-59: Manchester City melancarkan tekanan lewat umpan silang mendatar yang dilepaskan Josko Gvardiol ke arah kotak penalti Manchester United.
- Menit ke-60: Bola mengalami sedikit defleksi di depan gawang sebelum disambar oleh Erling Haaland untuk memperdaya penjaga gawang United.
- Keputusan Lapangan: Asisten wasit yang bertugas di sisi lapangan langsung mengangkat bendera tanda terjadinya offside, membatalkan gol tersebut secara langsung.
- Intervensi VAR: Wasit VAR Matthew Donohue bersama asisten VAR Blake Antrobus melakukan tinjauan dan justru membatalkan keputusan hakim garis, lalu mengesahkan gol bagi Manchester City.
Analisis Kesalahan Tinjauan Video Wasit
Berdasarkan hasil evaluasi internal yang dirilis kemudian, ruang kontrol VAR dinilai melakukan kekeliruan interpretasi fundamental. Petugas VAR menyimpulkan bahwa gelandang serang City, Enzo Fernandez, berada dalam posisi tidak aktif dan tidak memengaruhi jalannya permainan saat bola diarahkan ke area penalti.
"Tinjauan komprehensif mengonfirmasi bahwa posisi Enzo Fernandez secara nyata mengganggu pergerakan bek Manchester United, Lisandro Martinez, dalam usahanya merebut bola. Keputusan akhir untuk mengesahkan gol tersebut merupakan sebuah kesalahan operasional," tulis keterangan resmi organisasi wasit.
Fakta di lapangan menunjukkan rekaman video memperlihatkan Fernandez jelas berada di posisi offside dan sempat terlibat kontak fisik dengan Lisandro Martinez. Bek asal Argentina itu terhalang ruang geraknya sehingga gagal memotong laju bola sebelum disambar oleh Haaland ke tiang jauh.
Dampak Kekalahan bagi Posisi Manchester United
Kekeliruan fatal ini memberikan dampak langsung terhadap persaingan klasemen Premier League. Manchester United terpaksa kehilangan poin krusial di kandang sendiri setelah mendominasi sejumlah peluang emas di paruh pertama. Manajemen Setan Merah mendesak otoritas liga untuk meningkatkan transparansi komunikasi serta standarisasi pengambilan keputusan perangkat pertandingan berbasis teknologi.
Comments (0)