Penghargaan Nasional untuk Model Perlindungan Anak PMI Gresik

GRESIK — BARU SAJA dikonfirmasi. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani diganjar penghargaan Kepala Daerah Inspiratif. Terobosan perlindungan anak pekerja migran Indonesia menjadi alasan utama.Penghargaan ...

Jul 28, 2026 - 05:30
0 0
Penghargaan Nasional untuk Model Perlindungan Anak PMI Gresik

GRESIK — BARU SAJA dikonfirmasi. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani diganjar penghargaan Kepala Daerah Inspiratif. Terobosan perlindungan anak pekerja migran Indonesia menjadi alasan utama.

Penghargaan bergengsi ini diberikan Senin (27/7) dalam ajang Apresiasi Kepala Daerah Inspiratif 2026 di Jakarta. Menteri dan ratusan kepala daerah menyaksikan langsung momen tersebut.

Inovasi yang Mengubah Nasib

Gresik merupakan salah satu kantong pekerja migran terbesar di Jawa Timur. Ribuan warganya bekerja di sektor domestik dan konstruksi di Timur Tengah, Malaysia, serta Hong Kong.

Anak-anak yang ditinggalkan menghadapi risiko besar. Putus sekolah, kekerasan, hingga masalah psikologis mengancam keseharian mereka. Model perlindungan Gresik hadir menjawab tantangan ini secara sistematis.

  • Pendataan digital seluruh anak pekerja migran di 18 kecamatan
  • Pusat konseling trauma tersedia di setiap puskesmas
  • Beasiswa penuh dari tingkat SD hingga SMA
  • Pendampingan hukum bagi anak korban eksploitasi

Angka yang Bicara

Data Dinas Sosial Gresik mencatat lebih dari 2.300 anak pekerja migran terdata dalam sistem. Sebanyak 87 persen di antaranya kini menerima beasiswa pendidikan penuh.

Kasus putus sekolah di kalangan anak pekerja migran turun drastis. Dari 340 kasus pada 2023 menjadi hanya 47 kasus per Juli 2026. Angka kekerasan terhadap anak juga menurun 62 persen dalam periode yang sama.

Pusat konseling telah menangani 1.200 lebih kasus trauma dan masalah psikososial. Tim pendamping bergerak langsung ke desa-desa menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Panggung Nasional

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyatakan model Gresik akan direplikasi. Setidaknya 15 kabupaten lain telah menyatakan minat mengadopsi pendekatan serupa.

"Ini bukan tentang penghargaan. Ini tentang tanggung jawab negara hadir untuk anak-anak yang orang tuanya berjuang di negeri orang," ujar Fandi Akhmad Yani dalam pidato penerimaan.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor. Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan organisasi masyarakat sipil bekerja dalam satu komando terpadu.

Setiap desa kini memiliki kader perlindungan anak. Mereka bertugas memantau kondisi anak-anak pekerja migran secara berkala. Sistem peringatan dini diaktifkan jika ditemukan indikasi masalah.

Kementerian Luar Negeri turut dilibatkan dalam program ini. Data anak pekerja migran terintegrasi dengan sistem perlindungan WNI di luar negeri. Respons cepat dimungkinkan jika terjadi deportasi massal atau krisis di negara penempatan.

Sekretaris Daerah Gresik menegaskan keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif. "Tidak ada yang bekerja sendiri. Ini gotong royong seluruh elemen," tegasnya.

UPDATE: Tim Pemkab Gresik kini menyiapkan modul pelatihan lengkap. Modul ini akan dibagikan ke pemerintah daerah lain yang ingin meniru model perlindungan anak pekerja migran. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa daerah mampu menciptakan solusi inovatif untuk masalah nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User