Sep 01, 2026
breaking

Penerbangan di Palangka Raya Batal Massal Gegara Asap Karhutla

BREAKING — Seluruh penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dibatalkan total, Sabtu (14/9). Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Ka...

Penerbangan di Palangka Raya Batal Massal Gegara Asap Karhutla

BREAKING — Seluruh penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dibatalkan total, Sabtu (14/9). Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalteng membuat jarak pandang anjlok drastis, membuat operasional bandara tidak bisa dilanjutkan.

Jarak Pandang Turun Drastis

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Kelas II Tjilik Riwut, jarak pandang di sekitar bandara turun hingga di bawah 500 meter. Standar operasional penerbangan internasional mensyaratkan jarak pandang minimal 1.500 meter agar pesawat bisa lepas landas maupun mendarat. Kondisi ini jauh di bawah ambang batas aman.

Saksi mata di sekitar bandara melaporkan kabut asap sudah terlihat sejak pukul 05.00 WIB pagi. Warga sekitar menyebutkan asap ini bukan baru muncul hari ini, melainkan sudah berlangsung beberapa hari terakhir dengan intensitas yang terus meningkat.

Dampak terhadap Penumpang

Ribuan penumpang terdampak langsung dari pembatalan massal ini. Jadwal keberangkatan dan kedatangan seluruh maskapai di bandara tersebut resmi ditunda tanpa batas waktu. PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara belum bisa memastikan kapan operasional bisa kembali normal.

Calon penumpang yang sudah tiba di bandara hanya bisa menunggu informasi lebih lanjut dari pihak maskapai. Beberapa di antara mereka tampak frustrasi karena tidak ada penerbangan alternatif yang bisa digunakan.

Bandara Tjilik Riwut merupakan pintu gerbang utama udara menuju dan keluar dari Kalimantan Tengah. Setiap harinya, puluhan penerbangan komersial melayani rute ke Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan kota-kota besar lainnya. Dengan pembatalan ini, konektivitas udara Kalteng benar-benar lumpuh total.

Status Darurat Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah sudah mencapai level darurat. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng menyebutkan ratusan titik panas (hotspot) terdeteksi di berbagai wilayah. Angin kencang membuat api cepat menyebar ke area yang lebih luas.

Gubernur Kalimantan Tengah telah menetapkan status darurat karhutla sejak beberapa waktu lalu. Namun cuaca ekstrem dengan angin kering membuat upaya pemadaman dari darat dan udara belum menunjukkan hasil signifikan. Bahkan kabut asap yang dihasilkan tidak hanya mengganggu penerbangan, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

Fakta Kunci

  • Pembatalan penerbangan bersifat TOTAL untuk seluruh keberangkatan dan kedatangan
  • Jarak pandang turun drastis di bawah 500 meter, standar minimal 1.500 meter
  • Ribuan penumpang terdampak, tidak ada penerbangan alternatif
  • Ratusan titik panas karhutla terdeteksi di seluruh Kalteng
  • Status darurat karhutla sudah ditetapkan pemerintah provinsi
  • Upaya pemadaman dari darat dan udara masih menghadapi kendala cuaca ekstrem

Upaya Evakuasi dan救援

BPBD Kalimantan Tengah membuka posko darurat di area bandara untuk melayani penumpang yang membutuhkan pendampingan. Tim kesehatan juga disiagakan untuk menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap berkepanjangan.

Bagi warga yang memiliki rencana perjalanan melalui Bandara Tjilik Riwut, dihimbau untuk menghubungi maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. Informasi jadwal penerbangan terbaru bisa diakses melalui aplikasi atau call center maskapai terkait.

UPDATE: Pihak bandara akan melakukan evaluasi kondisi cuaca setiap satu jam sekali. Jika jarak pandang mulai membaik, operasional penerbangan bisa dibuka kembali secara bertahap. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan situasi akan kembali normal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User