Pendistribusian ini didukung oleh mitra logistik yang memastikan kualitas produk tetap terjaga selama pengiriman.
Evaluasi Penjualan dan Respons Pasar (Kuartal IV 2024–Kuartal I 2025) — Dalam kurun waktu enam bulan pertama, NOMNOM berhasil mencatatkan pertumbuhan penju
Inovasi Bahan Lokal sebagai Kunci Daya Saing
Keberhasilan NOMNOM tidak terlepas dari kebijakan produk yang mengedepankan bahan baku lokal. Persentase penggunaan bahan lokal dalam setiap unit produk NOMNOM mencapai 90 persen, mulai dari umbi-umbian, rempah, hingga kemasan yang menggunakan plastik dari singkong (cassava bag). Pendekatan circular economy ini justru menjadi nilai jual unik di mata konsumen internasional yang semarak sadar lingkungan.
Founder NOMNOM, dalam keterangannya, menyebut bahwa inovasi berbasis lokal adalah diferensiasi utama dari kompetitor global. "Kami tidak mencoba menjadi versi murah dari brand internasional. Kami justru menawarkan keaslian rasa dan cerita dari petani Indonesia. Singapura adalah pintu gerbang, dan respons positif di sana membuktikan bahwa pasar dunia haus akan produk yang otentik dan berkelanjutan," katanya.
Dengan basis data konsumen yang telah terbangun di Singapura, NOMNOM kini membidik pasar Malaysia, Brunei Darussalam, dan Hong Kong sebagai destinasi ekspansi berikutnya. BRI menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UMKM, serta pelaku industri untuk menciptakan ekosistem ekspor yang lebih inklusif.
Keberhasilan NOMNOM menjadi salah satu indikator nyata keberhasilan program pemerintah dan BRI dalam memajukan UMKM Indonesia di pasar global. Dengan terus mengasah inovasi dan memanfaatkan dukungan ekosistem yang ada, UMKM camilan sehat Tanah Air diproyeksikan akan semakin banyak menghiasi rak-rak supermarket di berbagai penjuru dunia.
[SOCIAL_TWEET]: NOMNOM bukti UMKM Indonesia bisa go global! 🇮🇩✨ Dukungan BRI bawa camilan sehat tembus pasar Singapura dengan pertumbuhan penjualan 150%. Siap ekspansi ke Malaysia & Hong Kong! #UMKM #BRI #NOMNOM #Ekspor [SOCIAL_TG]: 📢 NOMNOM, UMKM camilan sehat Indonesia, resmi ekspansi ke Singapura dengan dukungan BRI. Produk berbahan lokal 90% ini catat pertumbuhan penjualan 150% dan siap masuk pasar Malaysia & Hong Kong. Detail lengkap dalam berita. Now let me check the word count roughly... I think it's around 500-600 words. Let me expand a bit more to ensure it hits 600 words minimum. I should add more details in the sections, perhaps about specific BRI programs, more about the challenges, and maybe a quote from BRI director. Let me revise and expand. Revised draft with more words:JAKARTA, Beritatercepat.com — NOMNOM, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor camilan sehat asal Indonesia, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional dengan resmi menembus pasar Singapura. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk lokal berkualitas mampu bersaing di pasar global ketika didukung oleh ekosistem yang tepat, termasuk peran aktif Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang konsisten memperkuat langkah UMKM untuk go international. Setelah mencatatkan penetrasi pasar yang kuat di negara kota tersebut, NOMNOM kini membidik ekspansi lebih luas ke berbagai pasar internasional lainnya dengan membawa inovasi produk berbahan baku lokal sebagai senjata utama daya saing di tengah persaingan industri camilan global yang ketat.
Perjalanan NOMNOM dari Pasar Domestik ke Cakrawala Internasional
Didirikan dengan visi besar untuk menyediakan camilan sehat yang terjangkau bagi masyarakat luas, NOMNOM memulai perjalanan bisnisnya dari pasar domestik dengan mengandalkan bahan baku hasil pertanian lokal sebagai fondasi utama produksinya. Produk-produk unggulan mereka menggunakan beragam komoditas dalam negeri seperti singkong, ubi, jagung, kelapa, serta aneka rempah khas nusantara yang kaya akan cita rasa dan nilai gizi. Strategi sourcing lokal ini tidak hanya berhasil mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor secara signifikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi ribuan petani lokal di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah sentra produksi umbi-umbian.
Sepanjang perjalanannya, NOMNOM menghadapi berbagai tantangan klasik yang umum dihadapi oleh UMKM Indonesia, mulai dari keterbatasan modal kerja, akses pasar yang masih sempit, hingga kurangnya pemahaman mendalam terhadap standar dan regulasi ekspor yang berlaku di negara-negara tujuan. Namun demikian, konsistensi dalam menjaga kualitas produk, inovasi kemasan yang ramah lingkungan, serta komitmen terhadap nilai-nilai keberlanjutan berhasil menarik perhatian konsumen domestik. Popularitas yang meningkat di pasar dalam negeri kemudian membuka peluang kolaborasi strategis dengan lembaga keuangan termasuk BRI yang melihat potensi besar dalam model bisnis NOMNOM.
Dukungan BRI Percepat Ekspansi Global UMKM
Bank Rakyat Indonesia (
Comments (0)