Pencuri Ayam di Bali Sempat Beri Uang Sekolah Anak Rp2,7 Juta Sebelum Tewas
BULELENG, BALI – DUGAAN pencurian ayam berujung kematian misterius di Kabupaten Buleleng, Bali. Seorang pria berinisial KD (45) ditemukan tewas setelah tiga hari tak pulang ke rumahnya di Desa Sidat...
BULELENG, BALI – DUGAAN pencurian ayam berujung kematian misterius di Kabupaten Buleleng, Bali. Seorang pria berinisial KD (45) ditemukan tewas setelah tiga hari tak pulang ke rumahnya di Desa Sidatapa. Fakta mengejutkan muncul: sebelum maut menjemput, KD sempat menyerahkan uang gedung sekolah anaknya senilai Rp2,7 juta. Kejadian ini mengungkap sisi kelam sekaligus mengharukan dari seorang terduga pencuri ayam.
Jasad KD ditemukan warga di aliran sungai kecil kawasan perbukitan Desa Sidatapa pada Selasa (25/7/2026) pagi. Penemuan ini sontak mengguncang warga. Pasalnya, KD dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang terlibat masalah. Warga pun penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
Kronologi Hilang dan Penemuan
Menurut keterangan keluarga, KD terakhir terlihat pada Sabtu (22/7) sore. Ia pamit pergi ke kebun namun tak kunjung kembali. “Tiga hari kami cari, baru Selasa pagi ditemukan warga di sungai,” ungkap istri KD, Ni Ketut Sari (40).
Sebelum menghilang, KD memberikan uang tunai Rp2,7 juta kepada istrinya. Uang tersebut, menurut Sari, untuk melunasi uang gedung sekolah anak bungsu mereka yang akan masuk SMP. “Katanya itu hasil jual ayam. Saya tidak curiga apa-apa. Saya tidak menyangka uang itu dari tindakan yang salah,” kata Sari terisak.
Bukan Sekadar Pencuri Ayam Biasa
Di balik kematiannya, polisi menemukan fakta bahwa KD diduga merupakan pelaku pencurian ayam yang selama ini meresahkan warga di tiga desa tetangga. Dari hasil penyelidikan awal, sejumlah saksi mengidentifikasi KD sebagai orang yang kerap terlihat mondar-mandir di kandang ayam warga pada malam hari. Dalam dua bulan terakhir, sedikitnya 50 ekor ayam raib dari kandang peternak kecil.
“Kami masih mendalami keterkaitan antara aksi pencurian dan kematian korban. Tidak menutup kemungkinan ia menjadi korban penganiayaan. Bisa jadi ada warga yang main hakim sendiri,” ujar Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP I Made Artana, Rabu (26/7).
Penyelidikan Masih Berjalan
Tim Inafis telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban, sepeda motor, serta uang tunai yang masih tersisa di rumah. Hasil visum sementara menunjukkan adanya luka memar di bagian kepala dan leher, namun penyebab pasti kematian menunggu hasil autopsi. Polisi juga telah memeriksa tiga saksi, termasuk seorang saksi kunci yang mengaku melihat korban bersama dua orang tak dikenal pada malam sebelum hilang.
Fakta Cepat:
- KD tidak pulang ke rumah selama 3 hari sebelum ditemukan tewas di sungai.
- Sebelum menghilang, ia memberikan uang gedung sekolah anaknya Rp2,7 juta.
- KD diduga pelaku pencurian ayam di tiga desa; 50 ekor ayam raib.
- Polisi menyelidiki kemungkinan pembunuhan terkait aksi kejahatan.
- Hasil autopsi ditunggu untuk pastikan penyebab kematian.
Kepala Desa Sidatapa, Wayan Sujana, menyebut KD bukan orang asing. “Dia tetangga kami. Kami kaget bercampur sedih. Ia memang dikenal pendiam. Kami tidak menyangka ia melakukan pencurian,” ujarnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih memintai keterangan sejumlah saksi dan menunggu hasil laboratorium forensik. Kasus ini menjadi perhatian warga setempat yang menuntut keadilan atas kematian misterius tersebut sekaligus mengungkap dilema seorang ayah yang mungkin terpaksa mencuri demi pendidikan anaknya. Perkembangan kasus akan terus dipantau.
Comments (0)