MALANG, Beritatercepat.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur, terus menggenjot sektor kelautan dan perikanan melalui penerapan teknologi modern. Kebijakan penerapaan system tunnel (sistem plastifikasi lorong) pada lahan pegaraman di pesisir selatan Malang terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan volume dan kualitas produksi garam lokal.
Inovasi teknologi ramah lingkungan ini dihadirkan sebagai solusi konkret atas kendala cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang sering kali merugikan para petani garam tradisional. Dengan mengadopsi metode ini, proses kristalisasi air laut dapat berlangsung jauh lebih cepat dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca cerah tanpa awan.
Teknologi Tunnel Percepat Kristalisasi dan Jaga Kualitas
Sistem tunnel memanfaatkan struktur berupa kubah plastik transparan yang menutupi meja kristalisasi garam. Teknologi ini bekerja layaknya rumah kaca yang mampu memerangkap panas matahari secara optimal. Di saat yang sama, lapisan plastik tebal berfungsi melindungi air tua dari siraman air hujan yang kerap menggagalkan panen pada metode tambak terbuka konvensional.
Selain meningkatkan produktivitas kuantitatif, garam yang dihasilkan melalui metode lorong plastik ini memiliki tingkat kemurnian natrium klorida (NaCl) yang jauh lebih tinggi. Garam tampak lebih putih bersih dan bebas dari kontaminasi tanah atau lumpur dasar tambak.
"Penerapan sistem tunnel ini menjadi angin segar bagi para petambak garam di pesisir selatan Malang. Produktivitas melonjak drastis karena panen bisa dilakukan secara berkesinambungan tanpa terlalu terpengaruh dinamika cuaca," ujar perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Malang dalam keterangannya.
Keunggulan Utama Metode Tunnel Bagi Petambak Garam
Transformasi dari metode tradisional menuju teknologi modern memberikan beragam nilai tambah strategis bagi kesejahteraan perekonomian pesisir. Pemkab Malang mencatat sejumlah poin keunggulan utama dari penerapan sistem ini, di antaranya:
- Panen Sepanjang Tahun: Petani tetap dapat berproduksi meskipun memasuki musim penghujan dengan intensitas sedang.
- Kualitas Produk Premium: Warna garam lebih cerah dan bersih sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.
- Efisiensi Lahan: Menghemat luas lahan tambak karena siklus kristalisasi berlangsung lebih singkat.
- Peningkatan Kesejahteraan: Stabilitas produksi berdampak langsung pada kepastian pendapatan para petambak lokal.
Komitmen Pemerintah Daerah Dorong Kemandirian Garam
Melihat keberhasilan program ini, Pemkab Malang berkomitmen untuk memperluas cakupan bantuan fasilitasi sarana tunnel serta memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan. Langkah ini diambil guna mendukung program swasembada garam nasional dan mengikis ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Dengan efisiensi yang tinggi dan mutu produk yang meningkat, garam hasil olahan petambak Malang kini mulai meluas jangkauan pasarnya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga tetapi juga menyasar sektor industri pengolahan makanan lokal. Langkah inovatif ini membuktikan bahwa modernisasi pertanian pesisir mampu menjadi tulang punggung ekonomi kawasan selatan Jawa Timur.
Comments (0)