Pembunuhan Ayah Angkat di Nganjuk Dipicu Cinta Terlarang
NGANJUK, DETIK INI JUGA — Seorang pria paruh baya ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya sendiri. Korban diketahui bernama Gatot Tri Wahyu, warga Kecamatan Nganjuk. Pelakunya tak lain adalah...
NGANJUK, DETIK INI JUGA — Seorang pria paruh baya ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya sendiri. Korban diketahui bernama Gatot Tri Wahyu, warga Kecamatan Nganjuk. Pelakunya tak lain adalah anak angkatnya sendiri bersama sang kekasih.
Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan evakuasi jenazah. Warga sekitar geger. Beberapa saksi mata mengaku sempat mendengar pertengkaran hebat dari dalam rumah beberapa jam sebelum penemuan jasad.
Kronologi Singkat
Berdasarkan keterangan sementara, peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu malam. Korban terakhir terlihat hidup sekitar pukul 20.00 WIB. Keesokan paginya, tetangga curiga karena pintu rumah terbuka dan korban tak kunjung keluar seperti biasa.
- Korban ditemukan pertama kali oleh tetangga dekat pukul 06.15 WIB
- Luka serius ditemukan di bagian kepala dan leher
- Tidak ada tanda-tanda pencurian, barang berharga masih utuh
- Korban diduga kuat sudah meninggal 8-10 jam sebelum ditemukan
Motif Cinta Tak Direstui
KONFIRMASI dari penyidik, motif pembunuhan ini mengarah pada penolakan restu hubungan asmara. Anak angkat korban, seorang pemuda berusia 19 tahun, nekat menghabisi ayah angkatnya lantaran hubungannya dengan sang pacar tidak disetujui.
Informasi dihimpun, korban sangat menentang hubungan tersebut karena perbedaan latar belakang. Puncaknya, terjadi cekcok mulut yang berubah menjadi aksi brutal. Diduga pacar pelaku juga ikut membantu melancarkan aksi keji ini.
Penangkapan Kilat
Unit Reskrim Polres Nganjuk bergerak cepat. Hanya dalam hitungan jam, kedua pelaku berhasil diamankan di tempat persembunyiannya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Saat ini, mereka tengah menjalani pemeriksaan intensif.
- Dua pelaku diamankan: anak angkat korban (19) dan pacarnya (20)
- Penangkapan dilakukan kurang dari 5 jam setelah penemuan jasad
- Barang bukti berupa satu bilah golok dan pakaian berlumuran darah disita
Sementara itu, pihak keluarga besar masih syok. Mereka tak menyangka orang yang selama ini dirawat dan disekolahkan tega melakukan perbuatan sekejam itu. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya perencanaan matang sebelum aksi pembunuhan.
Kasus ini masih dalam pengembangan. Publik diimbau untuk tidak berspekulasi dan mempercayakan sepenuhnya pada proses hukum yang berjalan. UPDATE selanjutnya akan segera kami sampaikan.
Comments (0)