Pembangunan Stasiun Induk CNG di Tanjung Enim Terus Dikebut, KSP Sebut Ada Sejumlah Aspek Administrasi yang Harus Dirampungkan

Jul 06, 2026 - 03:36
0 0
Pembangunan Stasiun Induk CNG di Tanjung Enim Terus Dikebut, KSP Sebut Ada Sejumlah Aspek Administrasi yang Harus Dirampungkan

Pemerintah melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) terus mendorong percepatan pembangunan stasiun induk Compressed Natural Gas (CNG) di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya strategis memperluas penggunaan gas alam terkompresi sebagai alternatif energi yang lebih bersih dan efisien di Tanah Air. Stasiun induk tersebut nantinya akan berfungsi sebagai pusat pengolahan dan distribusi CNG untuk memenuhi kebutuhan industri dan transportasi di wilayah Sumatera bagian selatan.

Sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN), pembangunan stasiun induk ini berada di bawah pengawasan langsung KSP. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, baru-baru ini melakukan peninjauan ke lokasi untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Dalam kunjungan itu, ia mengidentifikasi masih terdapat beberapa persoalan administrasi yang perlu segera diselesaikan, terutama terkait penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar lahan yang digunakan benar-benar sesuai peruntukannya.

“Memang ada beberapa permasalahan, namun karena semua sepakat bahwa demi bangsa dan negara dan ini merupakan proyek nasional, program strategis nasional yang harus kita kembangkan,” ujar Dudung Abdurachman.

Diperlukan Sinkronisasi Lintas Sektor

Tidak hanya RDTR, KSP juga mencatat perlunya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk kepastian status lahan dan dukungan perizinan. Proyek ini melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari kementerian teknis, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten. Dudung menekankan bahwa seluruh pihak sudah menyepakati pentingnya proyek ini bagi ketahanan energi nasional, sehingga kolaborasi menjadi kunci utama dalam menyelesaikan hambatan yang ada.

Stasiun induk CNG di Tanjung Enim dirancang untuk menjadi salah satu mother station terbesar di luar Pulau Jawa. Fasilitas ini akan menerima pasokan gas dari sumur-sumur sekitar dan mengolahnya menjadi CNG yang kemudian didistribusikan menggunakan moda transportasi khusus ke stasiun-stasiun pengisian di berbagai daerah. Kehadirannya diharapkan mampu memangkas ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM), sekaligus mendorong konversi kendaraan dan mesin industri ke bahan bakar gas.

Pengembangan infrastruktur CNG merupakan bagian dari transisi energi yang dicanangkan pemerintah. Gas alam terkompresi dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon dan polutan yang lebih rendah dibandingkan BBM. Selain itu, harga CNG cenderung lebih stabil dan ekonomis, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan masyarakat. Wilayah Sumatera Selatan sendiri memiliki cadangan gas yang melimpah, menjadikannya lokasi yang sangat strategis untuk pengembangan hilirisasi gas.

KSP berkomitmen untuk terus memantau progres proyek ini secara berkala. Dudung menyatakan akan kembali melakukan peninjauan setelah seluruh rekomendasi administrasi ditindaklanjuti oleh instansi terkait. “Kami ingin memastikan bahwa proyek ini tidak hanya sekedar seremonial, tetapi benar-benar bisa dioperasionalkan dalam tenggat yang telah ditentukan,” ujarnya. Dengan rampungnya stasiun induk ini, diharapkan semakin banyak industri dan moda transportasi yang beralih ke CNG, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User