BUMN Garam Ambil Peran Strategis Kelola Kawasan Industri Garam di NTT

Jul 06, 2026 - 03:36
0 0
BUMN Garam Ambil Peran Strategis Kelola Kawasan Industri Garam di NTT

JAKARTA, Beritatercepat.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi menggandeng PT Garam (Persero) untuk mengakselerasi swasembada garam nasional melalui pengelolaan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan dokumen Kesepakatan Bersama yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, bersama Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, di sela-sela pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (2/7) lalu.

Kolaborasi BUMN dan KKP untuk Pengelolaan Profesional

Dalam kerja sama ini, kedua pihak akan bersinergi secara menyeluruh, mencakup aspek pengoperasian, pemanfaatan, pemeliharaan, hingga pengembangan kawasan sentra industri garam. Tujuannya adalah agar K-SIGN dapat dikelola secara profesional, produktif, dan berkelanjutan. PT Garam, yang memiliki pengalaman panjang sebagai satu-satunya BUMN di sektor pergaraman, diharapkan mampu menghadirkan praktik bisnis modern, sistem produksi terstandar, dan manajemen rantai pasok yang efisien untuk memaksimalkan potensi lahan garam di Rote Ndao. Rincian pelaksanaan kolaborasi ini selanjutnya akan dikonkretkan melalui Perjanjian Kerja Sama yang lebih teknis dan mengikat.

Koswara menegaskan keyakinannya bahwa dengan pengalaman PT Garam, sentra industri garam di NTT itu dapat bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan industri garam nasional. “Dengan dukungan pengalaman PT Garam sebagai BUMN pergaraman, kami optimistis program K-SIGN dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri garam nasional yang mampu mendukung percepatan swasembada garam,” ujarnya melalui keterangan resmi yang dihimpun Beritatercepat.com, Minggu (5/7/2026).

Mengubah Rote Ndao Jadi Pusat Industri Garam

Kawasan K-SIGN di Rote Ndao sendiri memiliki potensi sumber daya alam dan iklim yang sangat mendukung produksi garam skala besar. Selama ini, produksi garam nasional masih belum mampu memenuhi kebutuhan industri maupun konsumsi, sehingga sering memicu impor. Dengan masuknya PT Garam, diharapkan terjadi eskalasi kapasitas produksi yang signifikan, peningkatan kualitas garam, serta penciptaan ekosistem industri hulu-hilir yang terintegrasi. Rote Ndao diproyeksikan tidak hanya menjadi lumbung garam bagi NTT, tetapi juga pemasok utama bagi wilayah Indonesia Timur dan bahkan nasional.

Selain itu, kolaborasi ini sejalan dengan program prioritas KKP yang juga tengah mempercepat pembangunan kampung nelayan dan kawasan tambak udang. Dengan mengoptimalkan lahan garam yang megah, pemerintah berharap ketergantungan terhadap garam impor dapat dipangkas drastis. Sementara itu, PT Garam sendiri akan mendapatkan perluasan basis produksi di luar ladang-ladang garam tradisionalnya di Pulau Madura dan sekitarnya.

Kerja sama strategis ini juga dinilai akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Para petambak garam lokal akan dilibatkan dalam sistem kemitraan, sehingga kesejahteraan mereka ikut terangkat seiring dengan meningkatnya volume dan nilai tambah produksi garam yang dikelola secara korporasi.

Dengan langkah ini, KKP dan PT Garam menargetkan agar dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia tidak lagi menghadapi tantangan defisit garam dan mampu memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri, bahkan berpeluang menembus pasar ekspor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User