Monday, 24 August 2026 | 11:55 WIB

Paskibra dan Paskibraka Berbeda Tugas, Formasi 17-8-45 Simpan Makna Sejarah

Langkah tegap para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) selalu menjadi momen paling dinanti dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi

Aug 20, 2026 - 19:49
0 1
Paskibra dan Paskibraka Berbeda Tugas, Formasi 17-8-45 Simpan Makna Sejarah

Langkah tegap para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) selalu menjadi momen paling dinanti dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Di bawah sinar matahari pagi 17 Agustus, mereka memasuki lapangan upacara dalam tiga kelompok barisan berjumlah 17, 8, dan 45 orang — sebuah formasi yang akrab disebut 17-8-45. Bagi mata awam, susunan itu mungkin tampak seperti koreografi militer belaka. Padahal, di balik setiap langkah tersimpan makna sejarah yang dalam: angka 17-8-45 adalah tanggal, bulan, dan tahun lahirnya bangsa Indonesia. Setiap tahun, rakyat Indonesia menyaksikan bagaimana sejarah itu dihidupkan kembali oleh para pelajar terbaik dari seluruh pelosok negeri.

Paskibra dan Paskibraka: Dua Nama yang Sering Disalahartikan

Dalam percakapan sehari-hari, istilah Paskibra dan Paskibraka kerap dianggap sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada level tugas dan bendera yang dikibarkan. Paskibraka merupakan singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang bertugas mengibarkan duplikat Bendera Pusaka pada upacara peringatan kemerdekaan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Sementara itu, Paskibra atau Pasukan Pengibar Bendera bertugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara di tingkat kecamatan dan sekolah.

Perbedaan itulah yang membuat kata "Pusaka" melekat pada Paskibraka. Bendera yang mereka kibarkan merupakan duplikat dari Sang Saka Merah Putih yang dijahit Fatmawati dan pertama kali dikibarkan pada 17 Agustus 1945. Bendera pusaka asli kini disimpan di Museum Nasional, sementara duplikatnya terus dikibarkan pada setiap peringatan kemerdekaan.

AspekPaskibrakaPaskibra
Level tugasKabupaten/kota, provinsi, nasionalKecamatan dan sekolah
BenderaDuplikat Bendera PusakaBendera Merah Putih
SeleksiBerjenjang hingga tingkat nasionalSeleksi lokal
PembinaanBPIP dan pemerintah daerahSekolah
"Paskibraka mengibarkan duplikat Bendera Pusaka, sedangkan Paskibra mengibarkan bendera Merah Putih di lingkungannya masing-masing. Namun, keduanya sama-sama menanamkan nilai cinta tanah air," ujar seorang pembina Paskibraka kepada wartawan.

Jejak Sejarah: dari Gagasan Husein Mutahar hingga Formasi 17-8-45

Sejarah Paskibraka bermula pada 1967, ketika Mayor (Laut) Husein Mutahar, yang kala itu menjadi ajudan Presiden Soekarno, menggagas pembentukan pasukan pengibar bendera untuk upacara peringatan HUT ke-22 Kemerdekaan RI. Gagasan itu kemudian berkembang, dan pada 1973, Idik Sulaeman menciptakan istilah Paskibraka sekaligus merancang formasi 17-8-45 yang hingga kini menjadi ciri khas pasukan pengibar bendera di seluruh Indonesia.

Sejak 2022, pembinaan Paskibraka berada di bawah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Anggota Paskibraka nasional dipilih melalui seleksi ketat yang berjenjang dari sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Mereka adalah pelajar SMA atau sederajat berprestasi yang dinilai unggul secara akademik, fisik, dan wawasan kebangsaan.

Makna di Balik Tiga Kelompok Barisan

Formasi 17-8-45 terdiri dari tiga kelompok dengan jumlah anggota berbeda. Kelompok pertama berjumlah 17 orang yang bertugas sebagai pasukan pengiring di barisan terdepan. Kelompok kedua berjumlah 8 orang sebagai pasukan inti, yang di dalamnya terdapat pembawa baki, pengerek bendera, pembentang bendera, dan pengawal bendera. Kelompok ketiga berjumlah 45 orang yang bertugas sebagai pasukan pengawal kehormatan di barisan belakang.

  • 17 orang: pasukan pengiring di barisan terdepan
  • 8 orang: pasukan inti pengibar bendera
  • 45 orang: pasukan pengawal kehormatan

Angka-angka itu bukan kebetulan. 17-8-45 adalah tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan formasi ini menjadi simbol bahwa kemerdekaan diperjuangkan secara bersama-sama oleh seluruh elemen bangsa. "Formasi ini mengajarkan bahwa setiap anggota memiliki peran, sebagaimana setiap warga negara memiliki tanggung jawab terhadap republik," ujar pejabat BPIP dalam keterangan resminya.

Kebanggaan Mengawal Sang Saka

Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar kebanggaan, melainkan juga tanggung jawab besar. Mereka harus berlatih berbulan-bulan, menguasai baris-berbaris, menjaga kesehatan fisik, serta memahami sejarah dan nilai-nilai Pancasila. Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, para pelajar terbaik dari seluruh provinsi kembali dipercaya mengawal Sang Saka Merah Putih di Istana Merdeka.

Di tengah gempuran informasi dan tantangan zaman, keberadaan Paskibraka dan Paskibra menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah padam. Setiap langkah tegap mereka adalah janji generasi muda untuk terus menjaga Indonesia.

[SOCIAL_TWEET]: Bukan sekadar barisan! Formasi 17-8-45 Paskibraka menyimpan makna sejarah Proklamasi: 17 pengiring, 8 pasukan inti, 45 pengawal kehormatan. Semangat kemerdekaan yang terus dijaga generasi muda. 🇮🇩 #Paskibraka #HUTRI81 #BenderaPusaka[SOCIAL_TG]: 🇮🇩 Paskibraka vs Paskibra: beda level tugas, beda bendera, tapi satu semangat! Formasi 17-8-45 ternyata melambangkan tanggal Proklamasi RI. Simak sejarah dan maknanya di sini. #HUTRI81 #Paskibraka

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User